Tag Archives: Third Coin

PART 2 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

Standar

bunga-senyum copy

#”Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin Akhlak” merupakan sedekah jariyah”#

“Tahu kah engkau, Kita berbuat baik terhadap orang lain yang telah berbuat jahat kepada kita, bukan karena kita berpura-pura ingin terlihat baik dihadapannya. Jangan terpuruk dengan perkataan mereka karena kita dianggap bermuka dua. Memang sepatutnyalah kita sebagai muslim berbuat baik demikian.

“Orang lain boleh melihat kita dari luar, tapi yang lebih tahu akan isi hati kita hanya Allah SWT. Entah orang itu berpura-pura baik terhadap kita.. Yang jelas kita sudah menunjukkan sikap baik terhadapnya.”

“Kita tak perlu penghargaan atau ucapan terima kasih dari orang lain, yang diperlukan itu penghargaan dari Allah SWT. Kita berbuat baik karena Allah SWT, bukan karena kita ingin di cap baik oleh orang lain”

“Ingat lah saudariku, Ketika kita berbuat baik itu membuat kita berlapang dada. Justru disaat kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, kita akan mendapat ketentraman dan kedamaian hati.”

Aku pun mendengarnya sambil tertunduk dan merenungi smua yang telah kulakukan. Semua kata-katanya benar.. Hingga tak terasa waktu menunjukkan matahari hampir tergelincir dan angin sejuk mulai menusuk hingga kehati. Ya! kata-katanya menusuk hingga kehati. Membuktikan semua adalah benar yang kudengar.

Aku kembali malu.. Malu kepada Tuhanku.

“Hmm..”

Dia tersenyum kepadaku, manis dan tulus..Aku pun tertunduk malu sambil tersipu-sipu. Meronalah semua pipiku ini..

“Tahukah engkau?” katanya lagi.

“Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin akhlak” merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi : “..meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri” (Al-Hadist).

‘Sedangkan kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Ghaib”.

“Tak perlu merasa khawatir akan perlakuan atau balasan orang lain terhadap kita, padahal kita sudah berusaha kepadanya untuk berbuat baik. Apabila balasan yang kita terima adalah buruk, Bersabarlah dan maafkanlah.. Itu menandakan engkau lebih baik darinya di mata Tuhan bukan dimata orang lain”

Ah.. senyum itu kembali tersimpul di depanku. Baiklah, aku akan selalu mengingat kata-katamu itu dan berusaha mengamalkannya. Aku tidak akan merasa sedih lagi, karena aku masih belajar.. Belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3

Iklan

Janji kepada Allah SWT

Standar

Ini adalah cerita yang pernah aku janjikan sebelumnya 🙂 kisah yang aku ceritakan ini adalah salah satu usaha seorang hamba yang sedang memperbaiki hubungan dengan Tuhannya melalui ibadah sholat.

“Tiba2 teringat akan hal ini, entah apakah perlu berbagi atau tidak, smoga dapat diambil manfaatnya…

Dulu jaman sekolah pernah membuat perjanjian kepada Allah Swt. Jika lulus, aku akan rajin melakukan sholat. Entah kenapa, waktu itu sifat malasnya masih sangat berat. Sholatnya pun masih bolong-bolong. Semenjak itulah ak slalu bemimpi sholat di perkuburan dan didalam lubang kubur selama beberapa bulan. Astaghfirullah, Allah Swt memberikan peringatannya lewat mimpi. Semenjak itu aku berusaha menepati janji kepada Allah Swt sampai sekarang. Dan akupun masih membuat perjanjian, untuk menjadi insan yang baik dan menjadi lebih baik lagi.. Berusaha dan tetap berusaha menepatinya.”

my signature 3

PART 1 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

Standar

Hijab“Engkau tertawa hingga segala penjuru dunia mendengarnya. Padahal aku tahu, dihati yang terdalam engkau menyimpan kesedihan dan kegundahan”

“Cerita itu cukup usang didengar, pernahkah engkau melihat : mereka berlomba-lomba agar terlihat bahagia didepan orang banyak. Disisi lain, ada bagian terperih yang mereka sembunyikan. Sebenarnya tidak perlu tertawa hingga rongga mulutmu terlihat. Apalagi terdengar cukup pekak ditelinga yang lain. Cukuplah tersenyum, terangkan hati dan perasaanmu.. Rasakan alam disekelilingmu. Bersyukurlah, engkau dalam keadaan sehat dan berkecukupan tanpa kurang satu apapun.. Itulah kebahagiaan”

Itulah yang aku ingat, perkataanmu tempo hari. Aku seketika tersinggung dan marah.  “Hak apa dirimu mengatakan hal itu didepanku?!” Balasku dengan nada sedikti tinggi.

Lalu dirimu pun menjawabnya dengan ringan, “Karena aku adalah saudaramu.. Aku tak ingin saudariku berperilaku seperti itu. Engkau seorang wanita.. kelak menjadi wanita dewasa yang mengerti akan tugasnya dengan menjaga batas-batas kesopanan sebagai muslimah. Jadilah muslimah yang baik, seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perilaku dan perkataan-perkataan tidak bermanfaat…untuk menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”

“Seorang muslimah yang baik hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. Apabila dia akan berbicara hendaklah dipikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat itu”

Jleb!!!! Bagai tertusuk hati mendengar kata-katanya.

Lanjut dirimu : “Maukah engkau menjadi muslimah yang memiliki kecantikan dari dalam? Kecantikan bukan dilihat dari merahnya bibirmu karena lipstik, pipimu yang merah karena sapuan kuas. Aku tahu, Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam (inner beauty) adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.”

Aku tak tahu harus berkata apa, apakah aku harus marah ataupun malu. Tapi pada kenyataannya aku memang malu.. Malu bukan kepada dirimu. Tapi malu kepada Tuhanku..

*Aku masih belajar.. belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3

“My Online SHop”

Standar

Timeline copy

Hi,  I would like to promote my online shop :

” AmeeraStyle Olshop | Facebook “

If you are looking for a scarf/shawl/pashmina/inner/accessories/apparel  for you (ladies)/ your wife (gents) /sister/mom/aunty/sibling without go anywhere with reasonable price and good quality.
Here the place 🙂
 
The brands that we provide are KaffahKurmaFemme OutfitAvocadoCiss HandmadeAzalea etc
..Ready stock in Singapore & Indonesia..
my signature 3

“Tidak Perlu Menunggu”

Standar

hijab old_new

Mungkin kisah yang akan ku ceritakan ini hampir sama dengan kisahku sebelumnya ( di Facebook – In Shaa Allah akan kuceritakan juga di Blog ini 🙂 ) .Dimana kisah ini adalah kisah seorang hamba yang sedang berusaha ” memperbaiki hubungannya dengan Sang Maha Pencipta”.

Singkat cerita : Sewaktu kuliah aku pernah mengatakan kepada istri seniorku yang saat itu sudah berjilbab sesuai syariat Islam. : “Aku ingin memakai jilbab, tapi aku akan memakai jilbab jika aku mendapatkan suami yang baik”.

Kemudian waktu terus bergulir, kejadian silih berganti menggantikan musim yang naik turun hadir di dalam kehidupanku berkali-kali.

Alhamdulillah, aku mendapatkan hidayah untuk memakai jilbab.  Prosesnya pun cukup panjang, penuh pemikiran serta pertimbangan kurang lebih selama 2 tahun. Selama itulah aku mengamati dan mempelajari orang-orang yang memakai jilbab. karena :

-Aku tidak ingin memakai jilbab karena mode.
-Aku tidak ingin memakai jilbab dengan pakaian yang seksi atau masih memperlihatkan lekuk tubuh.
-Aku tidak ingin memakai jilbab dengan pakaian transparan.
-Aku tidak ingin memakai jilbab yang tidak menutupi dada dan lain-lain.

Alhamdulillah, aku tidak perlu menunggu menikah untuk memakai jilbab.
Alhamdulillah, aku tidak perlu menunggu mendapatkan suami yang baik untuk memakai jilbab.
Alhamdulillah, aku tidak perlu menunggu tua untuk memakai jilbab.

Alhamdulillah, karena aku masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki hati dan juga diri ini.
Alhamdulillah.. Alhamdulillah..Alhamdulillah..

Alhamdulillah, setelah berjilbab : Aku memang mendapatkan suami yang baik hati 🙂

» Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum…
» Tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia…

» Jangan menunggu kaya, baru mau beramal…
» Tapi beramallah, maka kamu semakin kaya…

» Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak…
» Tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi…

» Jangan menunggu dipedulikan orang baru anda peduli…
» Tapi pedulilah dengan orang lain. Maka anda pasti akan dipedulikan…

» Jangan menunggu orang memahami kamu, baru kita memahami dia…
» Tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu..

» Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis…
» Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu…

» Jangan menunggu proyek, baru bekerja…
» Tapi berkerjalah, maka proyek akan menunggumu…

» Jangan menunggu dicintai, baru mencintai…
» Tapi belajarlah mencintai, maka anda akan dicintai…

» Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang…
» Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera…

» Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti…
» Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti…

» Jangan menunggu sukses, baru bersyukur…
» Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu…

my signature 3