DOA – DOA PILIHAN

Standar

DOA MEMINTA AGAR DI BERI KETURUNAN :
> ” Ya Tuhanku “janganlah engkau membiarkan aku hidupku seorang diri dan engkaulah pewaris yang paling baik
 
(Qs. Al-Anbiya :89)
Tafsir : 
Doa tersebut merupakan doanya Nabi Zakariya a.s agar diberi keturunan sebagai penerus perjuangannya menegakkan agama Allah.
DOA SUPAYA DIPERLAKUKAN SECARA ADIL :
> “Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.”
(Qs. Al-A’raf : 89)
Tafsir : 
Doa ini dipanjatkan Nabi Syu’aib a.s ketika beliau di usir dari kaumnya akibat ingkar pada agama yang dibawanya dan menolak kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama mereka. Saat itulah Nabi Syu’aib a.s memohon kepada Allah agar di beri keadilan.
DOA AGAR DIBERI KEMUDAHAN URUSAN :
> “Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.”
(Qs. Al-Kahfi : 10)
Tafsir :
Doa ini pernah dipanjatkan pemuda Ashhab al-kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisin-Nya.
DOA SAPU JAGAD :
> ” Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka.”
(Qs. Al-Baqarah : 201)
Tafsir :
Menurut tafsir Ibnu Katsir doa ini memiliki seluruh kebaikan baik di dunia maupun di akhirat, sekaligus menghindarkan segela kejelekkan. Jadi bacalah doa ini sesering mungkin.
.
Iklan

Ketika wawancara hati dimulai

Standar

15

Semenjak kapan aku berubah pikiran? menggantikan hari yang kelam dengan sejuta warna yang terang. Aku telah lama memikirkanya, bertahun-tahun ku lalui. Aku tak ingin setengah-setengah, bagaimana cara untuk memperbaiki hati.

Aku tengah mewancarai hatiku sendiri. Dilema merebut tempat didalam rongga pikiran. Aku terus memperhatikan orang yang lalu lalang setiap hari, berjalan menyusuri hidup. Memperhatikan gadis-gadis atau wanita-wanita yang telah berkerudung. Membatin, mempertanyakan diriku sendiri : Apakah ini yang ku mau?

Disaat melihat seorang wanita berkerudung dengan pakaian kaos dan celana ketat. Tidak!!! Teriakku dalam hati. Suatu saat aku tidak sengaja memperhatikan seorang wanita dengan cantiknya berkerudung, akan tetapi dibalik kerudungnya aku dapat melihat tekuk lehernya, dan akupun bertanya  : Apakah ini yang aku mau? Tentu tidak!!! Jawabku. Apa yang ingin kumau? Aku belum siap untuk mengenakannya dengan sempurna karena hatiku pun belumlah sebaik orang yang ada dipikirkan mereka.

Ya Rabb, berilah aku petunjuk-Mu..

Banyak hal yang kupertimbangkan,

Aku tak ingin setengah-setengah, disatu sisi dimana bagian tertutup longgar akan tetapi dibagian lain tertutup tapi melekat ketat..

Aku terus berupaya berargumentasi dengan hati dan pikiran yang tak sejalan dan tak searah. Dan harus kumulai darimana dan kapan aku harus memutuskannya?
Pergulatan yang sengit dan memakan hari, minggu, bulan bahkan tahun demi tahun.

Tak mudah memang!!..

Hingga aku terus berbicara tak pernah putus, mewancarai hati seperti tak kenal waktu.
Aku terus bertanya dan menjawabnya sendiri. Bertanya dan bertanya..
Banyak pertanyaan yang diajukan kepada diriku sendiri, dan aku harus menjawabnya berulang kali.

Ini adalah jalan yang aku pilih untuk selamanya. karena aku tahu ini merupakan kewajiban sebagai muslimah, apapun itu harus kulakukan dan seiring untuk terus memperbaiki diri dan tentunya hati ini.

Akhirnya aku mengambil keputusan ini,
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Karena aku percaya :
“Hasbunallah wa ni’mal wakil,
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Aku berhijab memenuhi syariah

#catatan_nadwie

my signature 3

 

 

 

PERJALANAN HIKMAH #1

Standar

#SATU
#PADA_AWALNYA

Saat ini mungkin engkau merasa sedih. Mungkin engkau merasa kecewa, kalah, lemah dan tidak tahu arah.
Ah, jangan sampai engkau mengatakan untuk menyerah.

Ku lihat gambaran kesedihan di matamu dan getaran kepincangan makna batinmu. Sesuatu telah mengiris jiwa, mengikis habis kepercayaan dirimu.

Namun, semoga ada tersisa ruang di batinmu, untuk menaruh sebutir asa yang kelak bisa engkau semai.

Dan, ada saatnya engkau harus percaya,
Bahwa semua pasti akan berlalu. Tiada badai yang tak reda, tiada ombak yang tak surut.
Hanya masalah waktu, saat di mana semua akan kembali menjadi baik.

my signature 3

Untuk Saudari Muslimahku..

Standar

11-indahnya-kesabaran

Kepada saudariku muslimah..
Saudariku, tahukah engkau? setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Saudariku, Belum mendapatkan keturunan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia.

Jangan bersedih ya Saudariku..
Jika Allah belum memberikan keturunan kepadamu, bersabarlah.. Sabar adalah kunci dalam masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)

Saudariku, tahukah engkau? Jika engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.

Saudariku, Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.

Tetaplah berusaha , berdoa dan bersabar, mudah-mudahan dengan doa dan kesabaran tersebut, kita mampu bertawakal kepada Allah. Dan Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Saudariku,
Nikmatilah setiap genggaman tangannya..
Nikmatilah setiap pelukan dengannya..
Nikmatilah pandangan di saat ia tengah tertidur..
Nikmatilah saat dirimu berdua dengannya..
Dengannya, dengan pasangan hidup yang engkau pilih dengan kecintaan untuk mendapat ridho-Nya.

Semoga engkau selalu berbahagia dengan pasanganmu, baik di dunia maupun akhirat. Aamiin YRA

my-signature-35

SAYANGI AYAHMU

Standar

17192296_10210967511016039_2713729785983942781_o

Ada seorang Adik bertanya : “Kakak gak panas kalau pakai jilbab?”
Jawab sang Kakak : “Lebih panas neraka di banding di dunia, Dik”

Mak jleb!
Kapan mau berhijab syari Dik? Sayangkah dirimu dengan Ayahmu?

Ayo kita berhijab syari..

my-signature-35

 

JILBAB VS AKHLAQ

Standar

malu.jpg

Pernah ada yang komentar seperti ini?
Pernah mendengar atau pernah ngomong seperti ini? 🙂

Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlaqmu, katakan pada mereka bahwa “Antara jilbab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda”.

Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya namun karena akhlaqnya. “Yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia pasti berjilbab”

Jadi jangan sangkut pautkan antara jilbab dan akhlaq ya^^.
Lebih baik kita bermuhasabah (intropeksi diri) yuk..

my-signature-3

HIDAYAH ITU DI JEMPUT BUKAN DI TUNGGU

Standar

Dik, Tahukah engkau : Hidayah itu di jemput bukan di tunggu.

Siapa yang menjemput?
Tak ada yang dapat mewakilkan diri untuk menjemput hidayah… kitalah sendiri yang harus berusaha mencarinya, menjemputnya, dan membuka hati , Dik..

Bagaimana caranya?
Dengan berusaha, Dik..

Untuk menerima NUR IMAN atau cahaya keimanan dari Allah swt adalah melalui kegiatan-kegiatan dan aktivitas yang mampu “menyeret” kita kepada telaga keimanan kepadaNya, sehingga hidayah pun segera menghampiri.

Demi Allah, bersungguh-sungguhlah dalam berusaha, Dik.. Bersungguh-sungguhlah dalam beramal maka titik terang hidayah pun akan menghampirimu dihadapan. Mengapa ?. Karena amal-amal atau usaha-usaha kita itu adalah penyubur seperti guturan minyak pada nyalanya lilin. Begitupun iman akan bertambah dengan ketaatan.

“dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam mencari keridhaan Kami, sungguh akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan Kami , dan sesungguhnya Allah membersamai orang-orang yang berbuat baik.” (Q.S Al-Ankabut : 69)

Ayo Dik, Mari kita cari Hidayah,kita kejar dan istiqomahkan Hidayah yang telah ada dalam diri…
Karena kita tak akan tahu :
Bilakah maut akan menjemput kita..
Bilakah sakit akan mendera kita…
Bilakah kepayahan akan mendatangi kita…
sehingga memperkecil kesempatan kita menemukanNya, memperkecil kesempatan kita mengejar cintaNya, memperkecil kesempatan kita untuk bisa lebih Qoriib denganNya..

Mari kita Aamiin kan doa ini bersama-sama untuk kebaikan kita, Dik..

“Bismillahirahamanirahim,Ya Allah, sinarilah hati kami dengan cahaya hidayah-Mu sebagaimana engkau kurniakan cahaya kepada matahari dan bulan, Dan janganlah engkau sesekali membolak balikkan hati kami setelah engkau masukkan cahaya kepadanya” Aamiiin…aamiin Ya Robbal ‘alamiin

SalamJumat , Dik..
Kakak perempuanmu yang menyayangimu

my-signature-35

#silahkan di share jika postingan ini bermanfaat