Category Archives: SASTRA

PERJUANGAN BERAT ITU

Standar

Perjuangan berat itu
Ketika kita berjuang memerangi diri sendiri
Bagaimana kita harus berjuang membuang hal-hal negatif yang ada pada kita
Bagaimana kita harus berjuang membuang kotoran-kotoran hati yang melekat pada kita
.
Kembali lagi pada niat pertama
Luruskan kembali impian dan keinginan kita
.
Di sini kita harus berjuang..
Berusaha untuk membersihkan wadahnya
Dimana nantinya kita bisa berjuang mencapai impian kita menjadi nikmat yang Allah ridha
Hingga tanpa melupakan hakikat kita sebagai hamba
.
Ah maafkan hati ini
Maafkan perilaku ini
Maafkan kata-kata yang pernah terlontar di mulut ini
Maafkan semua yang ada pada diri ini

Baik disengaja maupun tidak disengaja
Baik yang terang-terangan maupun yang disembunyikan
.
Dan saya pun ingin memaafkan untuk semua yang pernah berbuat salah kepada saya
Belajar untuk bisa menerima
Dengan hati lapang dan melupakan semua
.
Saya dan keluarga mohon maaf lahir batin..
.
“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan kebajikan serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (Surat Al-A’raf :199)

#malamnisfusyaban
#CatatanhidupNadwie

Iklan

Ketika wawancara hati dimulai

Standar

15

Semenjak kapan aku berubah pikiran? menggantikan hari yang kelam dengan sejuta warna yang terang. Aku telah lama memikirkanya, bertahun-tahun ku lalui. Aku tak ingin setengah-setengah, bagaimana cara untuk memperbaiki hati.

Aku tengah mewancarai hatiku sendiri. Dilema merebut tempat didalam rongga pikiran. Aku terus memperhatikan orang yang lalu lalang setiap hari, berjalan menyusuri hidup. Memperhatikan gadis-gadis atau wanita-wanita yang telah berkerudung. Membatin, mempertanyakan diriku sendiri : Apakah ini yang ku mau?

Disaat melihat seorang wanita berkerudung dengan pakaian kaos dan celana ketat. Tidak!!! Teriakku dalam hati. Suatu saat aku tidak sengaja memperhatikan seorang wanita dengan cantiknya berkerudung, akan tetapi dibalik kerudungnya aku dapat melihat tekuk lehernya, dan akupun bertanya  : Apakah ini yang aku mau? Tentu tidak!!! Jawabku. Apa yang ingin kumau? Aku belum siap untuk mengenakannya dengan sempurna karena hatiku pun belumlah sebaik orang yang ada dipikirkan mereka.

Ya Rabb, berilah aku petunjuk-Mu..

Banyak hal yang kupertimbangkan,

Aku tak ingin setengah-setengah, disatu sisi dimana bagian tertutup longgar akan tetapi dibagian lain tertutup tapi melekat ketat..

Aku terus berupaya berargumentasi dengan hati dan pikiran yang tak sejalan dan tak searah. Dan harus kumulai darimana dan kapan aku harus memutuskannya?
Pergulatan yang sengit dan memakan hari, minggu, bulan bahkan tahun demi tahun.

Tak mudah memang!!..

Hingga aku terus berbicara tak pernah putus, mewancarai hati seperti tak kenal waktu.
Aku terus bertanya dan menjawabnya sendiri. Bertanya dan bertanya..
Banyak pertanyaan yang diajukan kepada diriku sendiri, dan aku harus menjawabnya berulang kali.

Ini adalah jalan yang aku pilih untuk selamanya. karena aku tahu ini merupakan kewajiban sebagai muslimah, apapun itu harus kulakukan dan seiring untuk terus memperbaiki diri dan tentunya hati ini.

Akhirnya aku mengambil keputusan ini,
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Karena aku percaya :
“Hasbunallah wa ni’mal wakil,
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Aku berhijab memenuhi syariah

#catatan_nadwie

my signature 3

 

 

 

PERJALANAN HIKMAH #1

Standar

#SATU
#PADA_AWALNYA

Saat ini mungkin engkau merasa sedih. Mungkin engkau merasa kecewa, kalah, lemah dan tidak tahu arah.
Ah, jangan sampai engkau mengatakan untuk menyerah.

Ku lihat gambaran kesedihan di matamu dan getaran kepincangan makna batinmu. Sesuatu telah mengiris jiwa, mengikis habis kepercayaan dirimu.

Namun, semoga ada tersisa ruang di batinmu, untuk menaruh sebutir asa yang kelak bisa engkau semai.

Dan, ada saatnya engkau harus percaya,
Bahwa semua pasti akan berlalu. Tiada badai yang tak reda, tiada ombak yang tak surut.
Hanya masalah waktu, saat di mana semua akan kembali menjadi baik.

my signature 3

Untuk Saudari Muslimahku..

Standar

11-indahnya-kesabaran

Kepada saudariku muslimah..
Saudariku, tahukah engkau? setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Saudariku, Belum mendapatkan keturunan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia.

Jangan bersedih ya Saudariku..
Jika Allah belum memberikan keturunan kepadamu, bersabarlah.. Sabar adalah kunci dalam masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)

Saudariku, tahukah engkau? Jika engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.

Saudariku, Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.

Tetaplah berusaha , berdoa dan bersabar, mudah-mudahan dengan doa dan kesabaran tersebut, kita mampu bertawakal kepada Allah. Dan Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Saudariku,
Nikmatilah setiap genggaman tangannya..
Nikmatilah setiap pelukan dengannya..
Nikmatilah pandangan di saat ia tengah tertidur..
Nikmatilah saat dirimu berdua dengannya..
Dengannya, dengan pasangan hidup yang engkau pilih dengan kecintaan untuk mendapat ridho-Nya.

Semoga engkau selalu berbahagia dengan pasanganmu, baik di dunia maupun akhirat. Aamiin YRA

my-signature-35

Tersenyumlah^^

Standar

18

Tersenyumlah,
Jangan bersedih! Jangan takut.
Tuhan mengujimu dengan cinta,
Tuhan mengujimu dengan bahagia.
Yakinlah engkau akan mampu melewati semua kesedihan dan kesulitan.

Tersenyumlah,
Senyum manismu akan memberikan manfaat untuk dirimu sendiri..
Berbahagialah..

my-signature-35

https://www.facebook.com/anonimodaafrakidsaqleema/

>Aku adalah Manusia Sombong<

Standar

Saat ini aku hanya bisa diam dan mencoba ber-muhasabah, karena aku masih tak layak dikatakan baik. Aku tak berani lagi menilai orang lain secara terang, dan menggiring banyak opini untuk berpihak di sisiku. Padahal belum tentu aku berada di posisi yang benar dan paling baik diantara mereka.

Aku  masih mempunyai sifat sombong, karena sudah meremehkan, membisikan suatu opini  & sudah menilai bahwa yang dilakukan orang itu adalah salah.

Aku masih sombong  😦

..Aku ingin diam, dan aku ingin meminta ampun kepada Allah hanya dalam keadaan diam..

Karena ini antara aku dan Tuhanku

tawadhumy signature 3