Category Archives: MOTIVASI

Ketika wawancara hati dimulai

Standar

15

Semenjak kapan aku berubah pikiran? menggantikan hari yang kelam dengan sejuta warna yang terang. Aku telah lama memikirkanya, bertahun-tahun ku lalui. Aku tak ingin setengah-setengah, bagaimana cara untuk memperbaiki hati.

Aku tengah mewancarai hatiku sendiri. Dilema merebut tempat didalam rongga pikiran. Aku terus memperhatikan orang yang lalu lalang setiap hari, berjalan menyusuri hidup. Memperhatikan gadis-gadis atau wanita-wanita yang telah berkerudung. Membatin, mempertanyakan diriku sendiri : Apakah ini yang ku mau?

Disaat melihat seorang wanita berkerudung dengan pakaian kaos dan celana ketat. Tidak!!! Teriakku dalam hati. Suatu saat aku tidak sengaja memperhatikan seorang wanita dengan cantiknya berkerudung, akan tetapi dibalik kerudungnya aku dapat melihat tekuk lehernya, dan akupun bertanya  : Apakah ini yang aku mau? Tentu tidak!!! Jawabku. Apa yang ingin kumau? Aku belum siap untuk mengenakannya dengan sempurna karena hatiku pun belumlah sebaik orang yang ada dipikirkan mereka.

Ya Rabb, berilah aku petunjuk-Mu..

Banyak hal yang kupertimbangkan,

Aku tak ingin setengah-setengah, disatu sisi dimana bagian tertutup longgar akan tetapi dibagian lain tertutup tapi melekat ketat..

Aku terus berupaya berargumentasi dengan hati dan pikiran yang tak sejalan dan tak searah. Dan harus kumulai darimana dan kapan aku harus memutuskannya?
Pergulatan yang sengit dan memakan hari, minggu, bulan bahkan tahun demi tahun.

Tak mudah memang!!..

Hingga aku terus berbicara tak pernah putus, mewancarai hati seperti tak kenal waktu.
Aku terus bertanya dan menjawabnya sendiri. Bertanya dan bertanya..
Banyak pertanyaan yang diajukan kepada diriku sendiri, dan aku harus menjawabnya berulang kali.

Ini adalah jalan yang aku pilih untuk selamanya. karena aku tahu ini merupakan kewajiban sebagai muslimah, apapun itu harus kulakukan dan seiring untuk terus memperbaiki diri dan tentunya hati ini.

Akhirnya aku mengambil keputusan ini,
بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Karena aku percaya :
“Hasbunallah wa ni’mal wakil,
Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”

Aku berhijab memenuhi syariah

#catatan_nadwie

my signature 3

 

 

 

Iklan

PERJALANAN HIKMAH #1

Standar

#SATU
#PADA_AWALNYA

Saat ini mungkin engkau merasa sedih. Mungkin engkau merasa kecewa, kalah, lemah dan tidak tahu arah.
Ah, jangan sampai engkau mengatakan untuk menyerah.

Ku lihat gambaran kesedihan di matamu dan getaran kepincangan makna batinmu. Sesuatu telah mengiris jiwa, mengikis habis kepercayaan dirimu.

Namun, semoga ada tersisa ruang di batinmu, untuk menaruh sebutir asa yang kelak bisa engkau semai.

Dan, ada saatnya engkau harus percaya,
Bahwa semua pasti akan berlalu. Tiada badai yang tak reda, tiada ombak yang tak surut.
Hanya masalah waktu, saat di mana semua akan kembali menjadi baik.

my signature 3

Untuk Saudari Muslimahku..

Standar

11-indahnya-kesabaran

Kepada saudariku muslimah..
Saudariku, tahukah engkau? setiap insan di dunia ini tak akan terlepas dari ujian. Dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya,

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 155)

Saudariku, Belum mendapatkan keturunan meskipun telah lama mengarungi bahtera rumah tangga adalah salah satu bentuk dari berbagai macam bentuk ujian yang Allah berikan pada manusia.

Jangan bersedih ya Saudariku..
Jika Allah belum memberikan keturunan kepadamu, bersabarlah.. Sabar adalah kunci dalam masalah ini, karena sabar adalah salah satu jalan datangnya pertolongan Allah. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Qs. Al-Baqarah: 153)

Saudariku, tahukah engkau? Jika engkau tidak sendirian. Nabi Ibrahim dan Nabi Zakaria pun bernasib serupa, mereka dikaruniai keturunan oleh Allah ketika usia mereka telah lanjut. Juga Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, orang yang paling dicintai Rasulullah, bukankah beliaupun tidak memiliki keturunan? Wahai muslimah, hendaknya kita mencontoh kesabaran mereka.

Saudariku, Hendaknya kita berbaik sangka terhadap takdir Allah. Yakinlah, bahwa segala sesuatu yang telah menjadi keputusan Allah pasti mengandung banyak hikmah meskipun kita tidak menyadarinya. Ingatlah saudariku, tinta takdir telah mengering. Setiap manusia telah dituliskan tentang nasibnya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Rezekipun telah ditetapkan, manusia tidak akan meninggal sebelum jatah rizki yang Allah tetapkan baginya habis.

Tetaplah berusaha , berdoa dan bersabar, mudah-mudahan dengan doa dan kesabaran tersebut, kita mampu bertawakal kepada Allah. Dan Allah berkenan menganugerahkan kepada kita kesabaran dan rasa syukur. Kita mampu menjadi orang yang bersyukur ketika dikaruniai anak, sementara ketika masih sulit mendapat anak, kita tetap bersabar dan tidak berprasangka buruk kepada Maha Pencipta, termasuk juga ketika mendapatkan anak yang tidak sesuai dengan harapan kita.

Saudariku,
Nikmatilah setiap genggaman tangannya..
Nikmatilah setiap pelukan dengannya..
Nikmatilah pandangan di saat ia tengah tertidur..
Nikmatilah saat dirimu berdua dengannya..
Dengannya, dengan pasangan hidup yang engkau pilih dengan kecintaan untuk mendapat ridho-Nya.

Semoga engkau selalu berbahagia dengan pasanganmu, baik di dunia maupun akhirat. Aamiin YRA

my-signature-35

JILBAB VS AKHLAQ

Standar

malu.jpg

Pernah ada yang komentar seperti ini?
Pernah mendengar atau pernah ngomong seperti ini? 🙂

Jika engkau berjilbab dan ada yang mempermasalahkan akhlaqmu, katakan pada mereka bahwa “Antara jilbab dan akhlaq adalah 2 hal yang berbeda”.

Berjilbab adalah murni perintah Allah, wajib untuk wanita muslim yang telah baligh tanpa memandang akhlaqnya baik atau buruk, sedangkan akhlaq adalah budi pekerti yang tergantung pada pribadi masing-masing. Jika seorang wanita berjilbab melakukan dosa atau pelanggaran, itu bukan karena jilbabnya namun karena akhlaqnya. “Yang berjilbab belum tentu berakhlaq mulia, namun yang berakhlaq mulia pasti berjilbab”

Jadi jangan sangkut pautkan antara jilbab dan akhlaq ya^^.
Lebih baik kita bermuhasabah (intropeksi diri) yuk..

my-signature-3

Tersenyumlah^^

Standar

18

Tersenyumlah,
Jangan bersedih! Jangan takut.
Tuhan mengujimu dengan cinta,
Tuhan mengujimu dengan bahagia.
Yakinlah engkau akan mampu melewati semua kesedihan dan kesulitan.

Tersenyumlah,
Senyum manismu akan memberikan manfaat untuk dirimu sendiri..
Berbahagialah..

my-signature-35

https://www.facebook.com/anonimodaafrakidsaqleema/

>Aku adalah Manusia Sombong<

Standar

Saat ini aku hanya bisa diam dan mencoba ber-muhasabah, karena aku masih tak layak dikatakan baik. Aku tak berani lagi menilai orang lain secara terang, dan menggiring banyak opini untuk berpihak di sisiku. Padahal belum tentu aku berada di posisi yang benar dan paling baik diantara mereka.

Aku  masih mempunyai sifat sombong, karena sudah meremehkan, membisikan suatu opini  & sudah menilai bahwa yang dilakukan orang itu adalah salah.

Aku masih sombong  😦

..Aku ingin diam, dan aku ingin meminta ampun kepada Allah hanya dalam keadaan diam..

Karena ini antara aku dan Tuhanku

tawadhumy signature 3

PART 2 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

Standar

bunga-senyum copy

#”Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin Akhlak” merupakan sedekah jariyah”#

“Tahu kah engkau, Kita berbuat baik terhadap orang lain yang telah berbuat jahat kepada kita, bukan karena kita berpura-pura ingin terlihat baik dihadapannya. Jangan terpuruk dengan perkataan mereka karena kita dianggap bermuka dua. Memang sepatutnyalah kita sebagai muslim berbuat baik demikian.

“Orang lain boleh melihat kita dari luar, tapi yang lebih tahu akan isi hati kita hanya Allah SWT. Entah orang itu berpura-pura baik terhadap kita.. Yang jelas kita sudah menunjukkan sikap baik terhadapnya.”

“Kita tak perlu penghargaan atau ucapan terima kasih dari orang lain, yang diperlukan itu penghargaan dari Allah SWT. Kita berbuat baik karena Allah SWT, bukan karena kita ingin di cap baik oleh orang lain”

“Ingat lah saudariku, Ketika kita berbuat baik itu membuat kita berlapang dada. Justru disaat kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, kita akan mendapat ketentraman dan kedamaian hati.”

Aku pun mendengarnya sambil tertunduk dan merenungi smua yang telah kulakukan. Semua kata-katanya benar.. Hingga tak terasa waktu menunjukkan matahari hampir tergelincir dan angin sejuk mulai menusuk hingga kehati. Ya! kata-katanya menusuk hingga kehati. Membuktikan semua adalah benar yang kudengar.

Aku kembali malu.. Malu kepada Tuhanku.

“Hmm..”

Dia tersenyum kepadaku, manis dan tulus..Aku pun tertunduk malu sambil tersipu-sipu. Meronalah semua pipiku ini..

“Tahukah engkau?” katanya lagi.

“Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin akhlak” merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi : “..meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri” (Al-Hadist).

‘Sedangkan kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Ghaib”.

“Tak perlu merasa khawatir akan perlakuan atau balasan orang lain terhadap kita, padahal kita sudah berusaha kepadanya untuk berbuat baik. Apabila balasan yang kita terima adalah buruk, Bersabarlah dan maafkanlah.. Itu menandakan engkau lebih baik darinya di mata Tuhan bukan dimata orang lain”

Ah.. senyum itu kembali tersimpul di depanku. Baiklah, aku akan selalu mengingat kata-katamu itu dan berusaha mengamalkannya. Aku tidak akan merasa sedih lagi, karena aku masih belajar.. Belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3