Diam atau Bicara?


images copy

“Terlontar, setelah sekian lama..
Entah aku harus berdiam atau berbicara..

Kata tidak dapat hapusan kecewa begitu saja
Kalimat tak dapat rubah perlakuan sekenanya”

Diam atau Bicara?

Siang tanpa matahari dan udara menyengat panas dirasakan dikulit ini. Sudah 9 tahun semenjak kejadian lalu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Yah, kejadian yang sangat mengecewakan dirinya.. AKu telah berbuat salah, sehingga Ia sulit memaafkan ku, mungkin hingga saat ini.

Aku tengah membaca sebuah fenomena buku bersampul coklat berlatarbelakang pena. Disebuah cafe diantara himpitan jalan raya yang sibuk dengan lalu lalang orang. Diantara gedung-gedung bertingkat di sebuah kota besar di negara jauh di barat bagaian bumi. Sebuah minuman segar dan biskuit diatas meja, didepanku duduk pasangan paruh baya yang sedang bertengkar. Disisi kananku,  sepasang muda-mudi yang asyik berpacaran.

Aku melanjutkan bacaanku.. Sekian lama terpaut karena asyik membaca, aku menyadari..Dari sudut mata, seperti bayangan terpaku disisi kiriku.  Mengenakan kemeja putih dan celana jeans biru?? Aku tak peduli!

1 jam kemudian, sosok itu menghampiri perlahan. Glek! Aku sedikit tersedak saat menikmati minuman segar ditenggorokan.

Ah, tak mau berperasaan buruk ataupun besar kepala. Aku tidak begitu memperdulikan kehadirannya yang sudah berdiri tepat disisi kiriku.
Akupun masih asyik membaca..

“Diandra..”

Ouch!! Dia memanggil namaku!! Dengan sedikit takut, malu campur aduk tak jelas. Aku mencoba menenangkan hati ini. Dag dig dug terdengar keras suara jantungku. Adduuhhh.. kenapa tiba-tiba dia ada disini?? APakah ini sebuah kebetulan atau  disengaja aku tak tahu. Padahal aku ke kota ini sengaja untuk menghindarinya dan berusaha melupakannya….

“Diandra..” Panggilnya lagi.

Alamaakkk.. Tuhan, apa yang harus ku perbuat! Aku berusaha menguatkan hati dan perasaan yang berkecamuk. Perlahan aku mendongak dan melihatnya.. Teduh! Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya tetapi aku tetap pada posisi sedari awal, tak berani beranjak.

Dia tersenyum dan berkata : “Senang melihatmu kembali Diandra.. Aku merindukanmu..”

Diam atau Bicara?
Tak berani harap hati untuk berandai
Ternyata ku tahu, dia menunggu waktu untuk menghampiriku kembali
Dia menunggu rindu yang ternyata aku berusaha untuk menguburnya.

Diam atau Bicara?
Aku masih terpaku,
Kejadian lalu masih terbayang di mataku,
Aku yang telah mengecewakan hatinya,
Berani mempermainkannya..
Namun hingga kini, dia tetap setia..

Diam atau Bicara?

my signature 3

 

~ by nadwie on June 27, 2013.

One Response to “Diam atau Bicara?”

  1. kesetiaan yang sangat memiliki banyak arti, dan perlu dipelajari bagi semua yang tidak pernah setia,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: