Kemarau Hati


Air telaga hijau itu hampir mengering, diakibatkan kemarau panjang yang menghampiri hampir 1 tahun ini. Lihatlah di ujung sana! Rumput dan ranting tergolek lemah mengharap hujan, akar-akar menyeruak kehausan, tanah-tanah coklat meretakan polanya leluasa secara acak tandus dan gersang.

Panas, ketika meghirup.. Hawa itu terasa menyesakan. Perasaan ini halnya kemarau itu. Hati yang tak terkawal mengharapkan kedatangan dirimu. Jauh pendam kurasakan rindu ini. Aku tak tahu keberadaanmu tanpa jejak. Dan kesan yang kurasakan karena mengharapkan cinta,  cinta dibalik hujan yang menyejukan.

daun keringWahai, kemarau..
Aku tak ingin resah, tak berdaya karena teriknya pengharapan,
Aku tak ingin merintih sedih karena keringnya air mata,
Aku tak ingin merasakan sepi yang tiada bertepi,

Wahai, kemarau..
Aku tak boleh lelah,
Aku tak boleh lengah,

Dibalik semua itu akan ada pengorbanan.

Wahai, kemarau..
Telaga itu tak kan kering,
Tetesan harapan walau hanya setitik ia akan terus tumbuh,
Seiring doa dan pengharapan dalam hidup terhadap Sang Kuasa,

Hujan akan datang menghampiri pada waktu yang tepat,
Yang akan menyampaikan kelak rasa rindu yang kutanam,
Dan berharap campur dengan bias cahaya dan busur cinta di jiwa,
Menjadikan pelangi berada dalam satu garis lurus bersama hati ini..

..Akan ku jemput pelangi disaat kemarau datang..

my signature 3

~ by nadwie on January 20, 2013.

2 Responses to “Kemarau Hati”

  1. nice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: