..pengangkuan yang tidak pernah terjadi..


00_b_1024x768

“Ah, maaf aku tidak berani mengatakannya..” ucap dia lirih. Ini adalah hari keenam aku menunggu agar dia segera mengatakan padanya. Begitu banyak kesaksian yang aku lihat selama ini, dengan lengah dan bebasnya dia melakukan sesuatu diluar kebiasaan kami. Dan dia sangat menentang apa yang telah kami tetapkan.

“Mengapa?” Tanyaku.
“Bukankah engkau yang menyebabkan ini semua? Engkau yang melakukannya tanpa rasa bersalah?”

Diluar hamparan padi telah menguning, dilihat bagaikan emas yang tercurah karena silaunya  cahaya matahari. Suara sungai disamping surau terdengar bagaikan musik disiang hari, yang mampu menghipnotis kami untuk tertidur diiringi angin sebagai selimut penyejuk hati. Tapi tetap saja dia membandel, masih keras kepala.. Berani berbuat tetapi tak berani mengakui.

“Sebenarnya apa sih yang engkau lakukan 1 minggu lalu terhadapnya? Sehingga dirinya merasa tertekan dan terlihat traumatis begitu melihatmu?. Selama ini tanda tanya besar selalu menaungiku untuk menebak apa gerangan yang terjadi.Tau tidak, dirinya terlihat layu tak bergairah, wajahnya kusam seperti tak kenal air saja. Apalagi sewaktu ku tanya terhadapnya, dia malah gemetaran tak tentu arah. Seperti dirinya melihat aku seperti hantu saja.. Hih!!! Merinding aku sendiri jadinya!!”

Dia menoleh, tapi bukan kearahku. Dia menatap bidang yang kosong di dinding kiri surau. Bagaimana kosong,  karena dinding itu sudah lama berlubang! Tiba-tiba dia berdendang, lagu yang sepertinya aku pun tahu. Tapi aku lupa judulnya dan siapa yang menyanyikannya. Ah, kok jadi tebak menebak lagu sih!! Pikirku.

“Hei!!! Jawab pertanyaanku ini? Aku setengah mabuk menunggu jawabmu yang tak kunjung timbul!  Semua terasa menakutkan, seperti hantu tau?!!” Kataku dengan sedikit kesal, kesal di hati dan kesal  di tubuh ini. Bagaimana tidak kesal, capai rasanya membujuk dia untuk segera ungkapkan. Ditambah lagi  karena kemarin baru saja ikut lomba balap lari setingkat kelurahan. Sialnya, aku kalah! Yang tersisa hanya kaku-kakunya otot yang bersemayam.

“Aih..aih!! Engkau malah asyik berdendang. Sedangkan aku bak seperti patung dipinggiran toko yang menatap orang-orang sibuk berjalan-jalan. Andaikan iya pun, terus terang kepalaku pusing kalau melihat hilir mudik banyaknya orang berjalan apalagi berlari. Untung saja kemarin aku tidak pingsan! Karena saking banyaknya peserta lomba yang ikut perlombaan..”

“Di tambah ini lagi, adduuhh!! Semakin pusing dan capai saja.”

Hari semakin sore, sudah 5 jam kami duduk-duduk leha di surau kepunyaan bapak. Letaknya di tengah-tengah sawah dan dipinggir sungai kecil. Sedari 5 jam aku bak pengacara yang sigap memberikan beribu pertanyaan kepadanya, berkutat dengan argumen dan analisa atas kejadian yang terjadi. Akan tetapi sang pelaku pun masih tak bergeming menjawab ataupun sekedar basa-basi untuk membalas perkataanku. Alih-alih dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah setapak menuju sungai.

“kak! yuk kita main air..” Ajaknya tiba-tiba.

Akupun terbengong dan tak habis pikir. Apa yang diperbuatnya membuat aku bingung sekali. Wajahnya yang polos ditambah tingkah lakunya yang masih kekanak-kanakan padahal umurnya sudah remaja. Tepok jidat daku dibuatnya!

“Lihat Kak, airnya jernih sekali. Batu-batu kecil nan berkerikil terlihat jelas dan ikan-ikanpun asyik berenang menikmatinya. Dinnggiinnnn… ketika kusentuh.”

Dia terus memanggillku untuk menyusulnya, wajahnya menjadi cerah seperti cuaca hari ini. Dia terus berdendang, tertawa dan menari.. Seperti tak terjadi apa-apa.

“Dik! Tidakkah engkau sadar??!! Engkau harus segera mengaku dan mengatakan padanya.” Kataku setengah berteriak.
Dia pun tersenyum dan kembali berdendang seakan-akan tidak terjadi sesuatu apapun hingga detik ini.

my signature 3

~ by nadwie on January 14, 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: