Selepas ilusi dalam hati


“Ketika kelopak-kelopak bunga terlepas terbawa angin
Hingga menatap ilusi alam dalam keremangan,
Dan aku menggenggam fatamorgana didalam mimpi yang bersemayam,
Membuat merah merona terbawa pikiran yang perlahan terekam”

Semua itu yang mengingatkan aku dengan pesonamu,
Saat itu engkau bermain simfoni musim gugur di bulan September,
Diantara deretan tawa-tawa dibalik payung warna-warni,
Dan musik yang mengalun riang dan menari kesana kemari,

Engkau bersajak, menyanyikan dengan kata-kata dengan indah,
Sambil memainkan alunan-alunan lembut ditangan,

Suara merdu.. Tak terlupakan
Tatapan teduh.. Tak tergoyahkan
Mematahkan segala upaya, hingga bunga-bunga terlepas satu-satu..
Berguguran melepas dan melayang,

Hingga saat itu,
Engkau pun pergi tak memberi kabar,
Entah terbang dimana tujuan,
Akupun kehilangan..

“Selepas ilusi didalam hati” judul sajak yang engkau nyanyikan itu,
Sebagai pengganti rasa di jiwa dan kujadikan lagu..

Engkau lepas, selepas ilusi yang lari dari hatiku..

~ by nadwie on September 25, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: