Dua Asmara di Asrama Cinta


Jangankan dirimu, akupun tak berani untuk berbicara dengannya.. “Malu..”. Aku hanya berani untuk menatapnya dari jauh, dari celah jendela yang membatasi fisik ini di asrama. Diantara 2 bangunan, 2 perkarangan, 2 pagar besi setinggi 2 meter dan diantara 2 pohon besar disetiap sudut. Jendela besar dan terkotak-kotak, seperti hati ini.. Berdiri diruangan hall besar, dengan karpet bercorak bunga anggrek tergeletak berwarna. aku selalu memandang keluar, sekedar untuk menghilangkan penat karena aktifitas sekolah yang seluruhnya hampir menyita waktuku. Kami tinggal di asrama  yang berbeda antara wanita dan pria di sebuah sekolah yang jauh dari kota dan terpisah dengan orangtua.

Aku dengan dirinya berbeda kelas dan berbeda angkatan, apalagi umurnya 2 tahun lebih tua dariku. Jelas saja aku merasa malu, karena sebagai junior yang menyukai seniornya..”

Sontak sahabatku tertawa keras mentertawai cerita yang semenjak pagi kulontarkan sebagai keluh kesah kepada seorang sahabat. Dan kini waktu menunjukkan bayangan matahari akan segera pergi 45 derajat ke arah barat.

“Malu?? maksud kamu, kamu malu karena engkau laki-laki yang lebih muda 2 tahun daripadanya? Hanya itu permasalahannya?” Tanya sahabatku dengan mimik bak seorang detektif yang sedang mencoba memecahkan sebuah misteri.

Akupun mengangguk cepat.

“Hmmm..coba ku telaah lagi permasalahan yang sedang menimpamu.” Dia berpikir keras, berjalan mondar-mandir dari sudut ruang sampai sudut koridor. Sejenak berdiri menghadap tangga lalu bertopang dagu, kemudian berjalan lagi dan mendadak terhenti dihadapan sebuah lukisan yang menggantung didekat pintu masuk ruang serba guna. Sahabatku terlihat serius, Ia terus memandang lukisan tersebut sambil berpikir. Sebenarnya pun aku tak tahu apa yang dipikirkannya.

lalu ia berjalan kearahku dengan mengernyitkan dahi dan berkata : “Wah, kasusmu sulit ternyata. Aku yang terbisa ikut kegiatan detektif pun sepertinya tak mampu memecahkannya.”

“karena..”
“karena posisimu itu, SAMA DENGANKU!!!”

Aku terbelalak mendengarnya.. Wah, ternyata sahabatku pun terpikat dengannya juga, dia sendiri pun tak tahu harus bagaimana, karena sifatnya yang pemalu sama denganku apalagi terpikat dengan wanita yang lebih tua. Sedangkan kami pun baru kali ini mengenal cinta.. Adakah kalian yang ingin berbagi pendapat mengenai hal ini kepada kami berdua ?

“Asrama cinta yang terbagi dua
Diantara dua hati yang mencinta
Diantara dua kemungkinan yang tak terkena
Hati ini malu tuk mengungkapkan
Jiwa ini tak mampu berjalan
Walau sekedar bertatap muka dengannya
Karena aku baru mengenal cinta

Diantara dua asrama dan asmara”

***Bersambung***

~ by nadwie on July 22, 2012.

4 Responses to “Dua Asmara di Asrama Cinta”

  1. menarik, bagaimana kelanjutannya mbak?😀

  2. kalo usul saya sad ending aja. biar deda.
    jadinya gimana ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: