Sufi vs Pencuri


Ini adalah sebuah cerita yang dilontarkan oleh seseorang yang kami anggap sebagai teman, orangtua serta guru dalam sebuah forum dunia maya :  “Group Alumni di salah satu SMA Negeri di Jakarta”.

Tujuan group ini dibuat tidak hanya untuk mempererat tali silaturohim diantara kami para alumni dan para guru , diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semuanya, khususnya untuk almamater dan juga di lingkungan sekitar.

Di group ini kita bebas berekspresi untuk melontarkan candaan, cerita, pendapat serta ilmu yang bermanfaat.

Hingga salah satunya menjadikan cerita ini sebagai bahan diskusi yang menarik diantara kami. Dengan mengantongi ijin dari mereka, tentunya sebagai penulis merasa lega hati untuk menempelkan “cerita Sufi VS Pencuri” di Blog ini (tanpa maksud untuk menambah atau mengurangi isi) . Mudah-mudahan isi dari cerita dan diskusi ini memberikan manfaat untuk kalian yang membacanya.

Pak Arif : “Assalamu’alaikum boys & girls komunitas N7. Alhamdulillah pagi ini langit cerah, udara terasa sejuk, dan matahari telah memancarkan sinarnya. Agar apa yang kita lakukan bernilai ibadah mari aktifitas pagi ini kita mulai dengan membaca Basmalah. Sambil melakukan aktifitas yang lain berikut ini saya ingin melontarkan bahan diskusi, tentang anekdot yang satu ini : Suatu malam ketika seorang pencuri menyatroni rumah seorang Sufi, sang pencuri tidak menemukan dimana Sang Sufi berada. Setelah dicari kesana kemari, ternyata Sang Sufi bersembunyi di sebuah kandang binatang peliharaannya. Sambil menghampiri Sang Sufi, kemudian Sang Pencuri bartanya: “Wahai Sang Sufi, mengapa ada pencuri memasuki rumah Tuan, kok Tuan malah bersembunyi ?” “Maaf, Pak Pencuri, saya bersembunyi karena saya malu dengan anda. Anda sudah capek-capek berjuang memasuki rumah saya, ternyata di rumah saya tidak ada yang anda dapatkan untuk dicuri. Maafkan saya pak Pencuri, saya tidak memiliki apa apa,” jawab Sang Sufi. Komentari seandainya Boys and Girls dalam posisi mana saja. Sebagai Sang Pencuri, Sang Sufi, atau sebagai yang lain.”

  • Tedy : Walaikumsalam wr. wb…karena bisa berperan sebagai apa aja, mungkin saya mo ngambil peran sebagai hewan peliharaannya Sang Sufi, si hewan akan bilang, “Hoaaaaam….enaknya tidur di kasur Sufi. Jarang-jarang bisa tukeran peran begini..” lalu si hewan itu bilang, ke pencurinya, “Pak Pencuri, sering-sering aja nyatronin rumah Sang Sufi, ya sepertinya Saya mulai menyukai tidur di kasur empuk!”
  • Wawan : sufi yang membiarkan seorang melakukan kejahatan, bahkan malu karena nggak punya apa2…terlalu berat pak, atau malah… bingung.😛
  • Herry :  dasarnya setuju dengan Wawan, kalau kondisinya begini:”sang sufi anaknya diperkosa,dan ternyata anaknya itu ,maaf buruk rupa, apakah sang sufi akan tetap bersembunyi dgn alasan seprti diatas, yang kemudian malah meminta maaf kepada sang pemerkosa… atau malah ini perkara yng berbeda.. atau sama yah? bingung..
  • Inneke K : Pak Arif dari pagi saya mencari jawabannya… Kali ini saya katakan, pertanyaan bapak cukup berat untuk saya yang sedang minimalis otaknya😛😀
  • Pak Arif : Yah, apapun jawaban Boys and Girls, bagi saya sesuatu yang berharga. Ternyata Tedy diam-diam telah menguasai bahasa hewan. Menurut Tedy ternyata logika hewan telah mampu menyamai logikanya. Wawan, yang kemarin menentang kesalihan formal, ketika dihadapkan dengan manusia yang sudah tidak lagi silau dengan kemewahan dunia, kok malah gamang. Untuk Herry itulah logika seorang Sufi, bagi dia dunia ini adalah fatamorgana. Ketika dia dikaruniai anak, dan ketika 8 anaknya mati bareng karena ditabrak mobil di patung pak tani, dia melakukan sikap yang sama. Ketika dia dikaruniai harta berlimpah, dan kemudian semua hartanya terbakar habis, dia tetap tenang dan hanya mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun. Untuk Inneke, mari kita merenung, ternyata sisi lain dari kehidupan kita ada manusia yang mempunyai paradigma semacam itu. Untuk itu, selain literatur tentang Komunikasi, PR, Musik Dangdut, Pop Rock, Pop Dut, Rock Dut, Human Relation, Psychologi, dll., sesekali kita tamasya menelusuri pola pikir Jalaluddin Rummi, Robiah Al Adawiyah, Ibnu Attoillah, Nabi Khidir, Nabi Idris, dan juga tentunya Nabi Muhammad SAW, dan lain sebagainya.
  • Inneke K : Pak Arif, tohokannya tepat sasaran :)… Mohon bimbingannya pak.. Kebetulan hari ini memang saya lagi kekurangan AA-DHA, jadi lagi ga smart gitu loh😛
  • Pak Arif :  I donot know what is the meaning of AA-DHA ?
  • Inneke K  : dan DHA merupakan 2 jenis asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang yang berperan penting dalam perkembangan otak… Intinya hari ini saya lagi ga cerdas pak, heheheee #Bukannya dari kemarin ga cerdas??😛
  • Pak Arif : Jangan begitu ! Tapi nggak juga sih, orang bilang merendahkan diri itu meningkatkan mutu. Wah kalau sudah bicara istilah istilah kedokteran saya juga merasa jongkok. Mari kita terus berdiskusi dan saling berbagi.
  • Yessy :  kalo saya sebagai si pencuri saya akan merasa malu pak, malu karena tidak cukup pintar menilai rumah mana yang ada hartanya dan mana yang tidak hehehehe
  • Inneke K :  Hahahaa, maka’nya kita ga kaya2 ya Yessy , ckckck
  • Yessy :   wkwkwkw itu dia Inneke salah masuk rumah molooo..  hihihi saya donk itu pak… tapi hari ini saya lagi banyak ketawa karena stress pak hahahaha
  • Inneke K : Hyaahahaha, berarti kita ada bakat jadi pencuri Yessy … #Pencuri hati😛
  • Pak Arif :  Konon sang pencuri ini (eh sorry Sang Sufi) kapan saja dimana saja selalu tampil happy, keep on smile, ya gitu gitu lah. Maka sang Pencuri penasaran. Gitu Yessy.
  • Yessy :  saya gak suka Inneke nyuri hati bisa kena penyakit hati, sembuh nya lama tuh…  mending nyuri cash ajah hehehe.. waaaaaaaaah gitu to pak…. berarti si sufi itu bukan saya pak hahaha
  • Inneke K : Berarti kita si sufi itu Yessy…. Orang selalu mengira kita orang kaya, banyak duit karena selalu happy, full of smile… Mereka ga tau kalo ternyata itu cuma kamuflase untuk menutupi bahwa beras kita sesungguhnya sudah tiris, hiks hiks hiks….😛
  • Pak Arif :  Mencuri yang nggak merugikan orang adalah mencuri hati, ya nggak ?
  • Yesy : hahahaha kalo gw gak ah Inneke berat amat jadi sufi hahaha mending jadi wadah berasnya aja hahahaha.. Pak Arif kalo nyuri hati resiko nya lebih parah dari sakit gigi, saya males banget tuh hahahaha
  • Pak Arif :  Yessy, kalau belum bisa jadi Sufi, sementara jadi Sufiyah aja.
  • Inneke K :  Betul Pak Arif … Lebih baik kita jadi pencuri hati orang lain… Membuat orang nyaman berada didekat kita, Membuat orang menanti nanti kehadiran kita… Dan merasa kehilangan kalau kita ga ada :)). Sufiyah itu nama bude saya Pak Arif🙂
  • Yessy : kalo kopiah aja gimana hahaha
  • Pak Arif :  Ketika kita mencuri hati orang lain pasti energi positif yang kita keluarkan, terus menerus kita akan berbuat baik dengan yang kita curi hatinya, apa itu bukan ladang pahala.
  • Yessy :  saya agak kapok pak masalah hati hehehe, berbuat baik sama semua orang bisa tapi kalo soal hati entar dulu dah
  • Pak Arif :  Bertepuk sebelah tangan terus menerus memang capek, spy tidak terus menerus tepokin saja sama yang bersangkutan. ha..ha..ha.
  • Yessy : hahahaha bapak tauuuu ajah … jadi malu sayah😀
  • Penulis : Ina jadi inget pesen Ayah, waktu itu jaman kuliah..Ina yang sedang menyandang gelar musyafir (sering bolak balik Malang-Jakarta, karena kuliah di Malang). Ayah pesan, kalau ada pencopet, pencuri apalagi  perampok selama perjalanan : apa yang mereka minta berupa harta kasih aja. Yang terpenting adalah nyawa (apalagi jaman sekarang mereka itu berani2) karena harta bisa di cari. Jadi punya gak punya harta ya silahkan diambil..  semua kejadian pasti ada hikmahnya,hal itu disebabkan mungkin kita kurang bersedekah…
  • Wawan :  Tidak lagi silau atas kemewahan dunia, saya setuju sekali pak. Tapi cerita itu mengandung 2 hal yang bertentangan pak, sang sufi yang tidak silau dengan harta dan seorang pencuri yang notabene silau dengan harta. Kontradiksi dengan seseorang  yang mencuri sebagai bentuk kejahatan dengan seseorang yang bersikap mencuri adalah hal yang ‘boleh’ (bahkan malu karena gak ada yang bisa dicuri). Karena ketika si pencuri dapat mencuri 1 rupiah saja, si pencuri ini masuk neraka, dan si sufi ini akan masuk surga karena kerelaannya, atau malah masuk neraka pula karena ikut berperan memuluskan rencananya, memupuk perampok para sufi. Cerita ini Paradoks, pak. Tapi kalo cerita tentang seorang sufi yang  rela hartanya terbakar habis, saya mengerti pak bahwa ada faham seperti ini …
  • Pak Arif :  Pernah nggak ketika dalam perjalanan ke Malang Ina bertemu dengan pencuri hati ? He…he…he… Yang pasti dalam konsep Islam kita harus sadari bahwa dalam harta kita itu ada haknya para mustahik. Kadang kadang kita juga harus berlogika seperti tukang parkir, ketika puluhan mobil datang dan dalam kekuasaan kita, kita tidak sombong, dan  ketika puluhan mobil satu persatu meninggalkan kita, kita tidak bersedih.
  • Inneke K :  Pak Ariiffff… Saya mau jadi tukang parkir…. Damai rasanya… One who is in harmony with emptiness is in harmony with all things… Kepasrahan total terjadi tatkala tidak ada lagi keinginan…
  • Yessy : kalo saya mau jadi orang yang sabar aja pak, hehehehe..gak nyambung ya
  • Penulis :  Tapi tak semudah dilihat menjadi tukang parkir.. Masih perlu banyak belajar tuk membuang rasa sombong, iri dan dengki..
  • Inneke K : Saya pernah baca, dan baru keingetan, rumus hidup bahagia a la para sufi itu adalah tidak memilik apa-apa dan dimiliki apa-apa… Dalam bahasa filsuf Erich Fromm, kita harus merubah cinta yang kita miliki dalam bentuk mode of having menjadi mode of being…
  • Penulis :  Jalaluddin Rumi salah satu sufi yang terkenal dg puisi2nya..Tuhan sebagai satu2nyatujuan, tidak ada yang menyamai..Salah satu puisinya, “Love has nothing to do with five senses : The five senses and the six directions: It’s a goal is only to experience, the attraction exerted by the Beloved, afterwads, perhaps, permission will come from God.. The secrets that ought to be told will be told, with an eloquence nearer to the understanding of these subtle confusing allusions. The secret is partner with none but the knower of the secret : in the skeptic’s ear. The secret is no secret at all.”
  • Inneke K : Suatu waktu socrates pernah ditanya:”Kenapa kamu ga pernah bersedih? Dia menjawab: “Karena aku ga punya benda-benda yang kehilangannya membuatku bersedih”.. “Aku takut diriku dikuasai benda-benda itu sehingga mereka membuatku terancam”… Hmmmmm????
  • Yessy : Inneke, saya baca bukunya pak erich itu cuma the art of love, itu pun terjebak kirain novel bagus hahahaha……
  • Inneke K : Hahahaaa… Kalo mau dihibahkan boleh Mbak Yessy … Ditunggu yaaa🙂
  • Yessy :  wkwkwkw, masih ngideeer tu buku diantara temen2, pada pengen ngerti gimana caranya mencinta hahahaha
  • Inneke K :  Kalo dah balik, kabarin ya😛
  • Yessy :  wkwkwkw seeep
  • Wawan :  ‎Inneke, Kalo saya, mungkin karena awam atau hanya manusia biasa, jauh dari tataran itu. saya punya banyak ‘benda-benda’ itu. Dan jika saya kehilangannya maka saya akan bersedih dan mungkin akan menangis. Sama ketika saya mendapatkannya saya akan merasa gembira. Menurut saya, sedih dan tangis hanya emosi seperti tertawa dan senang yang selalu datang dan pergi. Karena ketika saya hanya senang dan tertawa terus maka bisa jadi saya gila, atau ketika saya sedih dan menangis terus maka saya akan bunuh diri..
  • Yessy :  hihihi susah senang kan udah ada yang atur timingnya…hehehe dijalanin ajalah, seneng kalo punya barang horeeee, kalo barangnya ilang belom milik kali ya…hihihi …dibikin simple aja dah, make life easier
  • Pak Arif :  Betul Yessy, kalau kata artis “Saya ingin hidup seperti air mengalir”, Itu logika alamiah. Artinya air harus mengalir ke tempat yang lebih rendah, kalau saya ingin menggunakan logika SIMIZU, semprotannya bo, ruar biasa. Artinya, ketika kita hanya tunduk dengan logika alamiah kita hanya pasrah dengan kemampuan air yang hanya mampu mengalir ke tempat yang lebih rendah. Dengan LOGIKA SIMIZU, air dapat kita hantarkan kemana saja ke tempat yang kita tuju.
  • Yessy : Berarti saya kudu gitu ya pak, mulai nganterin air ketempat semestinya jadi kalo lagi susah gak susah banget kalo lagi seneng juga gak berlebihan hehehehe
  • Pak Arif :  Mengapa Gunung Kidul sekarang makmur, air melimpah dan tidak kering kerontang kayak dulu ? Yang pasti Warga Gunung Kidul telah menggunakan LOGIKA SANYO. Ya nggak Yessy ?
  • Wawan : sori OOT, wah berarti, artis yang menggunakan logika itu salah dong ya pak? “Air mengalir” mereka pikir artinya apa adanya, padahal harusnya artinya mengalir ke tempat yang lebih rendah mungkin artinya harusnya rendah diri, humble, down to earth… —-
  • Yessy :  teteuup Pak Arriif gunung kidul masih defisit air hehehehe kemarau panjang sanyo pun gak ngangkat orang kering kerontang sumur2nya
  • Pak Arif :  Katanya Orang orang Wonosari airnya dah berlimpah. Yah kalo belum ya ajaklah Yessy berlogika kayak yang tadi. Yah, menurut versi saya begitu, Wawan. Atau mungkin para artis pada waktu ngomong tanpa dipikirin LOGIKANYA,  asal latah saja, mengikuti artis artis sebelumnya.Kalau nggak ngikutin ntar nggak dibilang artis. Ha….ha….ha…. Narsis nih ye ?!?!
  • Penulis :  Gak hanya artis ko pak yang ngomongnya tanpa dipikir pakai logika, *termasuk ina mungkin? berhubung bukan artis. Ada kalanya khilaf hehe..he
  • Pak Arif : Jangan begitu ah, saya memang sering mendengar ucapan artis yang ingin seperti “AIR MENGALIR”.
  • Penulis :  Air mengalir harus juga punya Tujuan kan? Gak hanya pasrah mengikuti aliran air kmana ia pergi.. Kita berusaha menempati ruang yang ada, dengan segala bentuknya.. Berusaha memenuhi ruangan tersebut, sekalipun tetap mengalir,tetap berjuang mempunyai harapan, keinginan can tujuan. Berusaha menjadi yang lebih baik lagi..
  • Pak Arif : Coba Ina renungkan,dalam LOGIKA AIR MENGALIR, letak kendali pada lingkungan. Usaha menempati ruang yang ada, dengan segala bentuknya, telah terpola secara alamiah. Kita nggak bisa keluar dari pattern yang ada. Semua ruang yang ingin kita penuhi telah tersedia, dan pola memenuhinya demikian juga. Berbeda kan dengan LOGIKA SANYO ? Kita bisa nyemprot dengan berbagai gaya, atau model yang kita inginkan. Air bisa kita bawa naik, apalagi turun, atau dalam posisi datar. Nggak ada salahnya sih menyukai tipe “AIR MENGALIR”. Menurut saya tipe ini sebuah tipe orang yang pasif. Sedangkan saya sendiri senang bertemu dengan orang yang aktif, tidak mudah menyerah, petualang, dan dinamis.
  • Penulis :  Dulu ina penganut tipe air mengalir. Berhubung ina suka travelling, bpetualang mencari tempat baru dan hal2 baru.. Contohnya Sendirian keliling singapur, naik bus, kreta n jalan kaki dari satu kota ke kota lainnya.. Terus terang ina orangnya Gak bisa diam..
  • Hermawan : setuju Pak, bukan kita yang mengikuti keadaan, tapi kita yang menciptakan keadaan/kondisi
  • Yuki : saya milih jd sufi aja deh pak..karna ga ada yg bs dicuri dari rumah..saya sembelih hewan peliharaan saya..trus saya masakin tu pencuri..saya kasi makan deh sampe kenyang..sambil bilang ga usah mencuri lg yah..besok2 datang aja lagi..ga usah sungkan..*pengalaman pribadi saya niy pak, sedih kalo saya ceritain disini..
  • Isma : baca tulisan Bapak, cuma pingin komen, bukankah kita wajib menjaga harta kita? bahkan mati dalam menjaga harta, termasuk apa gitu (jihad ato apa saya lupa).
  • Pak Arif :  Untuk Ina terus jadilah wanita/istri yang dinamis, Untuk Hermawan dimanapun anda berada,usahakan agar anda bisa menjadi RODA GILA, penggerak sebuah pembaharuan. Untuk Yuki saya saluutt dengan kedemawanan anda. Lanjutkan ! Tapi jangan jadi Sufi dulu, ah, ntar semua barang milik yuki, Yuki bagi bagi, kemudian Yuki pulang kampung. Lalu yang ngurus anak Yuki dan suami siapa ??!!
  • Yuki :  hihihi..saya balik Insya Allah rame2 pak..pastinya yah kalo balik ga bisa bawa tangan kosong..itu juga InsyaAllah kalo ada rejeki lebih tapi kalo rejekinya mentok terpaksa deh..bawa baju nempel dibadan aja..hahaha..hiks
  • Pak Arif :  Iyah Isma, Pak arif paham yang Yuki maksudkan. Episode yang pak ARif tampilkan hanya untuk menunjukkan/menampilkan bahwa pada sisi lain dari kehidupan kita yang hiruk pikuk mengejar harta, dan apabila melihat pencuri bawaannya ingin membunuh bagaikan manusia tak pernah berdosa, ada orang yang kasihan terhadap orang yang mau menganiaya dirinya. Kalau ditanya bagaimana komentar Sang Pencuri, pasti dia menjawab, “WAHAI SANG SUFI, SIKAPMU DALAM SEKALI DAN SESUATU BANGET’.
  • Penulis :  Aamiin, makasi pak.. Ina ingin jadi wanita sholehah yang aktif, dinamis, mandiri dan cerdas.. O iya, ina juga mendapat sesuatu dari suami,intinya : jika kamu kehilangan sesuatu, misalkan harta/uang ikhlaskan šajā.. Jika masih ada umur panjang, kita berusaha untuk mengumpulkannya lagi bersama2..
  • Teddy :*menyimak* hehehe….mungkin apabila kehilangan harta, pasti ada penggantinya, begitu juga kalo kita kehilangan cinta,pasti ada penggantinya juga, walaupun mungkin berbeda setiap penggantinya, entah itu lebih baek, biasa saja atopun dibawahnya, yang terpenting selalu bersyukur…yang selama ini saya pahami tentang kehilangan adalah berusaha merelakan dan setiap kali mendapatkan sesuatu entah itu harta dan cinta, saya akan memilih sekedarnya saja, sekedar memiliki dan sekedar mencintai, karena disaat yang sama, saya tetep membuka ‘pintu keluar’ apabila sesuatu yang saya miliki itu pergi entah kemana karena suatu alasan.
  • Pak Arif :  Ina masih ingat nggak, waktu dulu kita lahir ke dunia tidak membawa harta, kelak mati demikian juga, mari kita siapkan bekal untuk kehidupan setelah yaumil akhir nanti bekal amal sholeh. Ini juga bukan berarti kita harus mojok terus di masjid. Apapun yang kita lakukan, asalkan berpedoman dengan Al-Quran dan Sunnah dan kita niatkan ibadah karena Allah, insya Allah akan menjadi Ibadah kepada Allah SWT.
  • Yessy :  @Teddy  —> menohok
  • Teddy :  @Yessy  —> jleeeb.
  • Yessy :  @Teddy —> nomention kan?
  • Teddy : @‎Yessy—-> #nomention :))
  • Inneke K : Ini apa ya Yessy dan Teddy??? Aku ndak ngerti #Penasaran
  • Yessy :  biasa deh Inneke saya kan gak suka drama, jadi kalo terjadi drama saya butuh disemangati Santi, di bikin logis lagi sama Teddy hahahaha
  • Inneke K ‎$#%%#@@%^^$$$#$^%…. #Jadi pusing😛
  • Yessy :  wkwwkwkwkw …. Inneke makanya lebih enak sebetulnya hidup yang penuh petualangan tapi gak ada dramanya kayak nonton film action tanpa adegan romantis cukup komedi aja selingannya
  • Penulis :  Aamiin.. Ina berusaha pak, kadang ada pasang surut tuk menuju ksana. Berusaha untuk mencintaiNya dengan sempurna.. ‎@Yessy, romantisme itu perlu loh… Walaupun ditengah film action😀
  • Yessy : Gak syukaaak Ina saya lebih suka komedi hahahaha
  • Santi :  haduuh meneliti satu2 lo mention gw dimana iniih Yessy ..udah panjang soale thread nyaah😀
  • Yessy : wkwkwkwkwkw…selamat mencari kutu Santi hahahaha
  • Pak Arif :  Komentar untuk komentarnya Wawan, Menurut Wawan sang sufi yang tidak silau dengan harta dan seorang pencuri yang notabene silau dengan harta. Kontradiksi dengan seseoran…g yang mencuri sebagai bentuk kejahatan dengan seseorang yang bersikap mencuri adalah hal yang ‘boleh’ (bahkan malu karena gak ada yang bisa dicuri). Karena ketika si pencuri dapat mencuri 1 rupiah saja, si pencuri ini masuk neraka, dan si sufi ini akan masuk surga karena kerelaannya, atau malah masuk neraka pula karena ikut berperan memuluskan rencananya, memupuk perampok para sufi.  Cerita ini Paradoks, pak. Ada baiknya kalau Wawan mencoba merenungkan yang tersirat bukan yang tersurat, maka Wawan akan melihat kedalaman hati sang Sufi.Dan itulah cara Sang Sufi mendidik saudara saudaranya, dengan sentuhan hati, dan bukan dengan hukuman formal. Mari kita renungkan sejauh mana LP mampu mendidik dan menyadarkan masyarakat yang pernah dihukum. Kalau cerita tadi saya teruskan maka Sang Pencuri akan mendapatkan PENCERAHAN dan kesadaran baru. Bukan seperti lazimnya orang yang masuk LP, ketika masuk pangkatnya PEMAKAI, dan setelah keluar malah jadi PENGEDAR.

**************

~ by nadwie on March 21, 2012.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: