“Selamat Jalan Emak”


Memandangmu lebih dekat,
Melihat dekapan usia yang semakin lanjut,
ketika kaki tak dapat lagi menapak di darat,
Karena lemahnya susunan tulang di tubuhmu,
Hanya terbaring lemah, pasrahkan hidup kepada yang menguasai hidup.

Mengkeriput sejuta bahasa tak dapat diungkapan,
Tatapan mata yang semakin mengkecil meredupkan sebagian kecil harapan,
Akupun tahu akan banyak kata yang ingin diapresiasikan,
Namun ku yakin, hanya doa-doa dalam hati yang dipanjatkan.

Ketika aku mencium tangan kurusmu karena sakit,
Dengan tipisnya lapisan yang menutupi tulang-tulang dengan kulit,
Dan ketika aku mencium keningmu di dunia,
Engkau memilih  kembali tidur melanjutkan mimpi dan kini yang tak akan pernah bangun lagi tuk melihat semesta, Ciuman itu sebagai tanda terakhir kusentuh didalam nyata.

Innalillahi wa innailaihi rojiuun,
Selamat jalan Emak,
Selamat jalan Nenek.. Beristirahatlah dengan tenang di sana

“Alloohummaghfir li “Hj. Rumnasih binti H. Mahpud” warfa’ darajatahuu fil mahdiyyiin wakhlufhu fii aqibihii fil ghaabiriin waghfir lanaa walahuu yaa rabbal aalamiin wafsah lahuu fii qabrihi wa nawwir lahuu fiihi”

(Artinya : Ya Rabb, ampunilah “Hj. Rumnasih binti H. Mahpud ” angkatlah derajatnya dalam kelompok orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah penggantinya sesudah kepergiannya menyusul orang-orang yang tlah berlalu, ampunilah kami dan dia. Wahai Tuhan alam semesta berikanlah dia kelapangan di dalam kuburnya dan terangilah dia di dalam kuburnya :Hr Muslim, 456)

“Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu waghsilhu bilmaa`i wats tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa… Naqqaitats tsaubal abyadla minad danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi  wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri au min ‘adzaabin naar”

(Artinya : Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantilah rumahnya -di dunia- dengan rumah yang lebih baik -di akhirat- serta gantilah keluarganya -di dunia- dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga-Mu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka.)

Dan untuk Aki (Kakek) tercinta “H. Sutardjo Bin H. Sulaeman”

Aamiin Ya Rabbalallamiin..

Tasikmalaya,
5 May 2011, 20:40 WIB

~ by nadwie on May 6, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: