Aku Cinta Bahasa Indonesia!!!


O iya, Akhir bulan September ini aku akan memulai kelas program ‘Bahasa Inggris’ di kedutaan Besar Inggris di Napier Road-Singapura. Saat ini aku bekerja di negara Singapura yang tentunya bahasa yang digunakan adalah Bahasa Inggris.

Di dunia bahasa Inggris merupakan bahasa kedua pertama yang dipelajari. Bahasa Inggris bisa menyebar karena pengaruh politik dan imperialisme Inggris dan selanjutnya Britania Raya di dunia. Salah satu pepatah Inggris zaman dahulu mengenai kerajaan Inggris yang disebut Imperium Britania (British Empire) adalah tempat “Matahari tidak pernah terbenam” (“where the sun never sets”)

Kenapa aku memilih belajar di Kedutaan Besar Inggris?Atau paling tidak di Kedutaan Besar Amerika??
(Wah, kalau itu tidak terpikir di kepala :D) padahal begitu banyak lembaga-lembaga pendidikan di Singapura
yang menawarkan program Bahasa inggris dengan harga yang tidak terlalu mahal. Sedangkan di Kedutaan Besar inggris sendiri, harganya 2x lipat dari lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Entahlah, atau karena negara Inggris termasuk salah satu tujuan dalam impianku ya ? Karena aku sangat ingin sekali bekerja dan tinggal di sana. Dan juga aku ingin mengikuti program beasiswa Sekolah S2 dan negara yang pertama aku tuju untuk belajar/sekolah adalah negara Inggris dan pilihan kedua adalah negara Australia… *Aamiin, Ya Rabb..

Nah,alasannya:
Karena aku ingin benar-benar belajar bahasa Inggris yang baik dan benar.Dan aku sadari bahwa pengetahuanku tentang ‘bahasa Inggris’ masih belum cukup dan minim untuk dipratekkan.

kalau ditelaah lebih lanjut sebenarnya’Bahasa Inggris’ itu apa sih?
Bahasa Inggris adalah bahasa Jermanik Barat, yang berasal dari Inggris. Bahasa ini merupakan kombinasi antara beberapa bahasa lokal yang dipakai oleh orang-orang Norwegia, Denmark, dan Anglo-Saxon dari abad ke-6 sampai 10. Lalu pada tahun 1066 dengan ditaklukkan Inggris oleh William the Conqueror, sang penakluk dari Normandia, Perancis Utara, maka bahasa Inggris dengan sangat intensif mulai dipengaruhi bahasa Latin dan bahasa Perancis. Dari seluruh kosakata bahasa Inggris modern, diperkirakan ±50% berasal dari bahasa Perancis dan Latin.
Dari segi Tata bahasa Inggris memiliki variasi dalam struktur dan penggunaannya, itu tergantung tradisi yang digunakan oleh suatu negara yang dipengaruhi oleh bahasa asli dari negara tersebut. Secara umum, tata bahasa yang dipedomani adalah tata bahasa Inggris Amerika dan Inggris Britania Raya (British).

(Mudah-mudahan dengan belajar lebih lanjut, aku dapat menerapkan dan mempergunakan Bahasa Inggris yang baik dan benar.)

Lalu bagaimana dengan “Bahasa indonesia”??? yang meruapakan  bahasa resmi bangsaku sendiri yaitu Republik Indonesia. Apakah bahasa indonesia yang aku gunakan adalah Bahasa Indonesia yang baik dan benar?Bahasa Indonesia yang berdasarkan Ejaan Yang Disempurnakan??

Di satu sisi aku sudah mulai lupa dengan kosakata yang benar-benar “Indonesia” baik baku ataupun tidak baku..😀 Mungkin karena Bahasa Gaul kali ye..

Sebenarnya Bahasa Indonesia itu apa?

Tahukah kamu (Ampun, formal banget ya?😀 )
Masa lalu Bahasa Indonesia adalah varian bahasa Melayu, sebuah bahasa Austronesia dari cabang bahasa-bahasa Sunda-Sulawesi, yang digunakan sebagai lingua franca di Nusantara kemungkinan sejak abad-abad awal penanggalan modern. Kerajaan Sriwijaya dari abad ke-7 Masehi diketahui memakai bahasa Melayu (sebagai bahasa Melayu Kuna) sebagai bahasa kenegaraan. Lima prasasti  kuna yang ditemukan di Sumatera bagian selatan peninggalan kerajaan itu menggunakan bahasa Melayu yang bertaburan kata-kata pinjaman dari bahasa Sanskerta, suatu bahasa Indo-Eropa  dari cabang Indo-Iran. Jangkauan penggunaan bahasa ini diketahui cukup luas, karena ditemukan pula dokumen-dokumen dari abad berikutnya di Pulau Jawa[10] dan Pulau Luzon. Kata-kata seperti samudra, istri, raja, putra, kepala, kawin, dan kaca masuk pada periode hingga abad ke-15 Masehi.

Dari sudut pandang linguistik (ilmu bahasa), bahasa Indonesia adalah salah satu dari banyak ragam bahasa Melayu. Dasar yang dipakai adalah bahasa Melayu Riau dari abad ke-19. Dalam perkembangannya ia mengalami perubahan akibat penggunaanya sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi kolonial dan berbagai proses pembakuan sejak awal abad ke-20. Penamaan “Bahasa Indonesia” diawali sejak dicanangkannya Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, untuk menghindari kesan “imperialisme bahasa” apabila nama bahasa Melayu tetap digunakan. Proses ini menyebabkan berbedanya Bahasa Indonesia saat ini dari varian bahasa Melayu yang digunakan di Riau maupun Semenanjung Malaya. Hingga saat ini, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup, yang terus menghasilkan kata-kata baru, baik melalui penciptaan maupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing.

Bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia adalah dua bentuk baku dalam bahasa Melayu modern (pasca-Perang Dunia II). Selain keduanya, terdapat pula bentuk baku lain yang dipakai di Brunei, namun karena penuturnya sedikit bentuk ini menjadi kurang signifikan. Artikel ini mencoba menunjukkan perbedaan di antara kedua bentuk baku utama meskipun usaha-usaha penyatuan ejaan dan peristilahan selalu dilakukan di bawah koordinasi MABBIM (Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia).

Sebenarnya tidak banyak perbedaan antara kedua bahasa tersebut. Berbagai varian bahasa Melayu digunakan di berbagai wilayah Indonesia dan semua mengakui bahwa bahasa yang digunakan di Provinsi Riau dan sekitarnya adalah bahasa Melayu Standar (atau bahasa Melayu Tinggi, bahasa Melayu Piawai). Perbedaan latar belakang sejarah, politik, dan perlakuan yang berbeda menyebabkan munculnya perbedaan tata bahasa, peristilahan dan kosakata, pengucapan, serta tekanan kata pada dua bentuk standar modern yang sekarang dipakai.

Perbedaan itu secara garis besar dapat dipaparkan sebagai berikut:

1. Dari latar belakang penjajahan asing bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia lebih menyerap bahasa Belanda sedangkan bahasa Malaysia lebih menyerap bahasa Inggris.
2. Dari segi perlakuan, kedua-dua bahasa tersebut diperlakukan sesuai dengan kebijakan kebahasaan di
negara masing-masing, namun ada perhimpunan yang mengatur bahasa Melayu yang disebut dengan Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (MABBIM).
3. Dari segi penyerapan kata di negara masing-masing, bahasa Indonesia yang didasarkan dari bahasa
Melayu berdialek Riau menyerap pula bahasa-bahasa daerah di Indonesia seperti bahasa Jawa dll.

Wah, kalau tahu begini aku harus mulai belajar kembali untuk “Bahasa Indonesia”. Jangan pernah berpikir untuk  melupakannya.


Ya, Aku Cinta Bahasa Indonesia!!


~ by nadwie on September 18, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: