Cerita Resapan #7 (ketika hujan): Setiap hari, Jatuh CintA


Katakan wahai sang mentari
Kilauan sinar selalu menerangi jiwa ini,
Akan tetapi tiba-tiba saja terdengar gemuruh menanti,
Buliran air perlahan tajam menuruni,

Hujan..
Beranak pinak menelurkan butir-butir air,
Menggenang dalam jalan,
Tergerak dengan suara liar..

Dengan siang hari dengan sisa-sisa hujan,
Dan anak-anak hujan pun riang memangku bumi tuk menari
Melontarkan bait-bait puisi cinta di perjalanan,
Meneriakan kata-kata sejuta cinta dalam sukma

Ku pandangi engkau seharum wangi tanah,
Tak kala hujan menyiram tenang di atas bumi,
Dengan tatapan syahdu menuai makna,
Bersama siulan cinta dan lagu rindu menggunung di dalam hati

Katakan cinta pada hujan,
Setiap hari..
Aku selalu jatuh cinta dalam diam,
Setiap hari..

Setiap hari, Aku mencintanya dan
Tiap hari pula aku jatuh cinta..

~ by nadwie on September 13, 2010.

9 Responses to “Cerita Resapan #7 (ketika hujan): Setiap hari, Jatuh CintA”

  1. Sedang gundah kah?

    • Humm..😀
      antara gundah dan tidak .. sedang dalam penantian dalam hati seorang wanita hehehe..
      Tetapi dalam hatinya slalu “mencintainya” setiap hari

  2. puisi2 mbak tentang hujan, enak banget dibaca

    like thiz🙂

  3. katakan cinta pada hujan, karena sesungguhnya, hujan adalah anugerah yg indah jika kita benar2 mau meresapinya…

    http://laodealidamani.wordpress.com

  4. […] Cerita Resapan #7 (ketika hujan): Setiap hari, Jatuh CintA […]

  5. ina dwiana ” komentario” mantap juga deh…………. !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: