Kolam Besar atau Kolam Kecil?


Mungkin sebagian besar atau kecil dari kalian telah memiliki pekerjaan tetap bukan? *Aku harap demikian🙂 Dan bagi yang belum bekerja, mudah-mudahan info ini bermanfaat untuk kalian juga..

Aku ingin sedikit membahas mengenai masalah pekerjaan, tentunya ada kata “Kerja”/”Pekerjaan” dan “Perusahaan” .Dan bagaimana caranya agar  kita berusaha menikmati pekerjaan yang kita lakukan saat ini.

Saat ini pun aku sedang mengalami dilema, pekerjaan yang aku tekuni belumlah mengena di hati dan aku berusaha untuk merenungi dan ikhlas untuk menjalani semua itu. Dan juga agar terlepas dari kata “Stress” sehingga tidak membuat hati menjadi tidak nyaman di lingkungan perusahaan atau merasa bosan untuk  menjalaninya. Dan  juga berusaha mencari lagi pekerjaan & perusahaan yang lebih mengena/sesuai di hati (maksudnya sesuai bidang yang dikuasi & lingkungan yang nyaman) tentunya😀 .

Sebelumnya, apa sih pengertian dari “kerja” itu? Apakah kerja itu??? kerja merupakan suatu usaha yang dilakukan sendiri maupun bersama-sama untuk menghasilkan sesuatu bagi orang lain dan secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak positif bagi si pekerja itu sendiri.

Atau pengertian dari “Pekerjaan” itu sendiri, Pekerjaan dalam arti luas adalah aktivitas utama yang dilakukan oleh manusia. Dalam arti sempit,  istilah pekerjaan digunakan untuk suatu tugas atau kerja yang menghasilkan uang bagi seseorang. Dalam pembicaraan sehari-hari istilah ini sering dianggap sinonim dengan profesi.

Kata kunci dari kerja di sini adalah effort (usaha). Jika kita mengklaim bahwa kita bekerja, maka terlihat nyata adanya usaha untuk mewujudkan kerja tersebut. Usaha dalam bekerja dapat diartikan kerja yang sungguh-sungguh.  Ada pengorbanan, tidak selalu memperoleh yang terbaik, namun menikmati proses yang terbaik. Kerja yang sungguh-sungguh bukan berarti bekerja keras, namun bekerja cerdas (smart work) berlandaskan keseimbangan hidup. Inilah kunci sukses untuk meraih kesejahteraan.

Ada tiga hal yang diperlukan untuk meraih keberhasilan adalah bekerja keras dan cerdas, ketekunan, dan akal sehat. Segala sesuatu akan dapat dihasilkan dengan baik pada orang-orang yang terus bekerja sambil mencari dan memanfaatkan kesempatan.

Kerja yang memiliki nilai tinggi adalah kerja dengan kesungguhan hati, usaha yang maksimal, panggilan. Jadi bukan karena bujuk rayu.

Sukses dalam bekerja bukan dilihat dari berapa banyak uang yang telah diperoleh. Sukses dalam bekerja juga bukan dilihat dari seberapa tinggi jabatan yang telah di capai.  Jika bekerja semata-mata untuk uang atau jabatan, maka hal itu perlu dikhawatirkan akan menurunkan nilai hidup yang dijalani. Sukses dalam bekerja berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka. Bukankah sukses adalah sebuah perjalanan? Bekerja dengan mengikuti jalur keberhasilan orang lain belum merupakan sebuah sukses. Kesuksesan di mulai  ketika kita memulai sesuatu dengan menjalaninya dengan perbedaan.

Hanya dengan kemurniaan hati dan akal sehat yang proposional, kita dapat mewujudkan kesejahteraan maksimal.

Orang Bijak membagi tiga jenis manusia. Pertama, manusia bodoh, yakni mereka yang selalu melalaikan dan mengkesampingkan setiap kesempatan yang ada. Kedua, manusia baik, yakni mereka yang selalu mengambil kesempatan yang datang padanya. Sedangkan jenis yang ketiga adalah manusia bijak, yakni mereka yang selalu mencari kesempatan yang memungkinkan dirinya untuk terus berkembang tanpa banyak harus menunggu.

Dimanakah kesempatan itu? Di luar atau di dalam diri. Kesempatan sebenarnya bukan berada di luar diri manusia. Kesempatan hakiki justru berada dalam individu tersebut. Artinya, respon kita terhadap peristiwa yang terjadi yang akan menggiring pemaknaan kita.

Lalu yang di maksud dengan “Perusahaan”? Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya semua faktor produksi. Setiap perusahaan ada yang terdaftar di pemerintah dan ada pula yang tidak. Bagi perusahaan yang terdaftar di pemerintah, mereka mempunyai badan usaha untuk perusahaannya. Badan usaha ini adalah status dari perusahaan tersebut yang terdaftar di pemerintah secara resmi.

Dalam hidup, kita memang harus memilih. Begitu pula dalam meniti karier. Kita akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit. Salah satunya, memilih menjadi ikan besar di kolam kecil (baca:jabatan tinggi di perusahaan kecil)  atau menjadi ikan kecil di kolam besar (baca:jabatan rendah di perusahaan besar). Atau malah menjadi ikan besar di kolam besar. Yang pasti setiap pilihan memiliki tuntutan dan konsekuensi masing masing. Sebelum menentukan pilihan, hal-hal berikut mungkin bisa menjadi pertimbangan.

1. Gengsi
Mungkin saat ini kamu bekerja di perusahaan besar yang sudah sangat mapan. Berita baiknya,di mata “pasar” gengsi dan nilai kamu pun ikut terangkat. Kamu bisa memperkenalkan jabatan dengan percaya diri. Begitu juga dalam melakukan negosiasi dengan pihak luar (pemasok, mitra, klien,dan lain-lain).

Otomatis, bargaining power  juga lebih tinggi dibandingkan bila kamu bekerja di sebuah perusahaan kecil. Dengan keadaan seperti ini, kamu boleh berharap, suatu hari nanti akan dibajak perusahaan lain. Atau paling tidak,  tidak akan terlalu sulit mencari pekerjaan di tempat lain setelah keluar dari perusahaan tersebut.

Sayang, gengsi tinggi belum tentu sejalan dengan gaji yang diterima. Bisa jadi setelah tengok kanan-kiri, ternyata gaji yang kamu terima di perusahaan besar setelah sekian tahun bekerja, lebih kecil daripada teman kamu yang bekerja di perusahaan kecil dengan jabatan serupa.

Bila ini menjadi masalah, Kamu bisa menjajaki peluang menjadi ikan besar di kolam kecil. Cari saja saat yang tepat dan perusahaan yang tepat. Lalu, coba melamar untuk posisi yang lebih tinggi dengan meminta gaji lebih tinggi pula.

2. Prosedur perusahaan
Memang perusahaan besar yang mapan biasanya sudah menerapkan sistem dan prosedur standar yang baku dan teruji. Hal positifnya adalah hak, kewajiban dan tugas setiap karyawan jelas. Kita tinggal menjalani saja dan tidak dituntut untuk menciptakan sistem baru yang perlu trial dan error lagi. Demikian pula paket kompensasi (gaji, tunjangan dan jaminan lainnya) sudah terstruktur dengan baik dan dibuat mengikuti ketetapan pemerintah.

Namun ada negatifnya juga bekerja di perusahaan mapan. Seringkali kita sulit untuk memelopori suatu perubahan. Bila kamu adalah seorang yang sangat kreatif dan berani mengambil terobosan-terobosan baru, rasanya tidak akan terlalu bisa diakomodir oleh perusahaan semacam ini, kecuali kalau kamu berada di posisi puncak.

Di perusahaan besar dengan jumlah karyawan ratusan atau bahkan ribuan, setiap karyawan biasanya diarahkan untuk menjadi spesialis (sebagai lawan dari menjadi “si’serabutan” bila  bekerja di perusahaan kecil).

Itu sebabnya, di perusahaan besar, Kamu bisa menjadi sangat terampil di satu bidang tertentu setelah bekerja beberapa tahun. Sementara di perusahaan kecil, kadang kita dituntut untuk menangani beberapa jenis pekerjaan sehingga  bisa terampil dalam beberapa bidang sekaligus (itu pun jika kamu mau belajar banyak hal).

Di perusahaan kecil, persaingan untuk mendapatkan promosi atau naik jabatan, memang relatif lebih mudah. Si good performer akan mudah terlihat, sehingga jalan untuk dipromosikan lebih lapang. Sementara di perusahaan besar lebih berat karena jumlah pesaing lebih banyak.  lni  membuat kita kadang sulit “terlihat”.

Persaingan ketat pun biasanya akan dibarengi dengan permainan politik di kantor. Nah, jika ada pihak pihak tertentu yang tidak menginginkan kamu mendapat promosi, ini bisa menjegal langkah kamu. Memang untuk menjadi ikan besar di kolam besar, kompetensi saja tidak cukup. Dibutuhkan juga kematangan berpolitik.

5. Mutasi

Enaknya bekerja di perusahaan besar adalah terbukanya peluang mutasi ke bagian lain, baik yang diinginkan atau tidak. Bila performa Anda tidak baik di suatu departemen, entah karena salah penempatan atau hal lain, Kamu bisa dipindahkan ke departemen lain yang lebih sesuai dengan kompetensi. Lalu, bila karier mentok di departemen tertentu karena atasan bergeming dari posisinya, padahal prestasi kamu diakui, peluang untuk dimutasi sekaligus promosi kejenjang lebih tinggi di departemen lain, masih terbuka. Dua hal ini jarang terjadi di perusahaan kecil, karena organisasinya memang sederhana. Kamu pun tidak punya banyak pilihan.

Bagaimana jika kita sudah menjadi ikan besar di kolam kecil? Yang pasti, ada satu tantangan yang bisa sangat menggairahkan,yaitu mengubah kolam yang kecil menjadi kolam besar!

Pilihan mana yang lebih baik, kolam besar atau kolam kecil? Cuma Kamu yang bisa memutuskan.

“Selamat Menikmati Pekerjaan” dan katakan :




~ by nadwie on September 5, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: