Cerita Resapan #4 (ketika hujan) : Candu Dirimu


Aku sedang merayu waktu untuk selalu mengisi hari-hariku,
Juga merayu hari untuk selalu menungguku..

Sehingga candu itu lenakan diriku
Buramkan rasa sadarku tuk temui jiwa
Dan aku pun terlelap dan tidur hingga tak dapat rasakan getarmu.

Dirimu engkau candukan hingga terlelap?
Bagaimana engkau dapat merasakan getarku?
karena engkau telah terbuai dalam buaian mimpi
Aku dalam angin dan aku dalam malam

Selama ini pikiran mengatur nafasku
seharusnya sedari dulu kubiarkan pikiran mengikuti nafasku
Rasakan keheningan agar dekat padamu
ya, rasakan saja..
Di saat hujan terjun ke bumi dengan lihainya membawakan sejuta harapan pada alam..

: ina dwiana kartaatmadja & Odhiks Hudhianto

~ by nadwie on July 11, 2010.

6 Responses to “Cerita Resapan #4 (ketika hujan) : Candu Dirimu”

  1. puitis banget,,,keren…makasih infonya…salam hangat…

  2. hm… lagi musim berpuisi ya….

  3. segerai embun dalam penantian bagai ribuan burung gagak menghalau pandangku melihat mentari yang mulai menari cahayanya dibalik awan pagi… ribuan cicit anak burung menghela nafasku kedalam jeruji kata inginku… sunyi menjelma menjadi pecahan-pecahan kegundahan, rokok tinggal sebiji tapi pintu imaji masih terkunci. ternyata semalam aku disekap angin lalu dan kali ini pun aku dibangunkan oleh kokok ayam jantan bukan suara manja kasih sayangmu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: