Sebuah renungan, sebuah pertanyaan ataukah sekedar curahan hati?


Apa yang bisa ku nilai dari sebuah tragedi di Palestina? Apa yang harus aku lakukan untuk mereka? Aku harus menilai dari sisi kemanusiaan, strategi politik antar negara atau perang antar agama?

Kita hidup dalam lingkaran yang besar dan isinya pun beragam, dalam lingkungan dari latar belakang yang berbeda,
suku bangsa , budaya dan agama.

Perang? Siapa yang menginginkan perang? mensengsarakan, tidaklah manusiawi..Semua orangpun akan mengutuk
kekejian yang terjadi dalam perang.

Seperti kutipan novel karangan Karl May yang berjudul “Dan Damai Di Bumi” : Sejak usia kanak-kanak dan di sekolah dasar, sekolah lanjutan dan bahkan sampai perguruan tinggi kita selalu mendengar bahwa orang Tionghoa tidak lain daripada manusia kocak dan aneh yang dalam sejarah peradaban kita bernasib buruk, yaitu selalu di olok-olok. Tidak terhitung buku-buku, surat kabar dan terbitan-terbitan lainnya yang menyebarluaskan pendapat sembarang ini. Pandangan ini masuk ke dalam udara yang di hirup waktu bernafas; di telan mentah-mentah, di lumat dan di cerna, menjadi makanan yang masuk ke dalam sumsum tulang, menjadi darah dan daging dan menjadi bagian dari keberadaan kami yang tidak dapat dimusnahkan.

Tidak terpikir oleh kita untuk bertanya, apakah anggapan itu benar dan patut. Boleh kiranya saya mendahului jalan pikiran saya dengan pernyataan bahwa orang- orang Cina pun mempunyai pandangan yang sama mengenai kita; usia kanak-kanak sampai usia tua, satu-satunya  yang berulang kali diajarkan kepada mereka adalah, bahwa kita adalah orang-orang yang aneh dan mengherankan. Ditinjau dari pemahaman mereka tentang sejarah dunia, mereka sebenarnya tidak mengerti, kita ini mau apa, karena terhadap mereka kita mempermaklumkan diri sebagai orang yang terpilih yang ditugaskan memimpin dunia, sedangkan bangsa-bangsa lain sama sekali tidak ada gunanya. Dengan perkataan lain, orang-orang Tionghoa memandang kita juga sebagai orang-orang ganjil dan aneh. Tepat seperti kami memandang mereka”.

Perbedaan bukankah harus ada karena semua orang saling berbeda. Bahwa ada perbedaan berlatar belakang sejarah atau  kebangsaan justru memberi roh dan nafas kehidupan kepada perhitungan akhir (kiamat).  kebenaran yang satu
takkan dapat dibuktikan tanpa kebenaran perhitungan yang lainnya.Yang terpenting adalah hasil akhir,  hasil keseluruhan. Jika semua perhitungan (agama) memberikan hasil yang sama, maka itu bahwa semuanya adalah benar.
Jika memang demikian, maka perhitungan yang  satu sama sahnya dengan perhitungan yang lain, dan tak seorang pun
di antara mereka yang menuliskan perhitungan tersebut dan mempersembahkannya kepada langit boleh mengatakan
bahwa cara berhitung yang lainnya adalah keliru .

Apa gunanya mengecam? Apakah aku harus menilai seperti itu? Apakah Islam harus bersikap seperti itu?
Bahkan, sesama orang Islam sering bertengkar? sesama orang kristen pun juga saling bertengkar? dan menganggap
komunitas mereka adalah yang paling benar.

Bukankah Karl May seorang kristian? Tanpa pandang bulu dia mengganyang semua pihak yang tidak mendukung usaha
perdamaiannya. Dalam dunia politik yang mendukung perdamaian dan membenci peperangan. Karl May seorang jerman bisa saja mengutuk siapapun bahkan orang Jerman yang nota bene bangsanya sendiri atau kristen yang agamanya sendiri atau belanda yang mempunyai hubungan baik dengan Jerman pada masa itu.

Dan puisi Karl May, yaitu:
“Bawalah Warta Gembira ke seantero dunia,
tetapi tanpa mengangkat pedang dan tombak
Dan jika engkau bertemu rumah ibadah
jadikanlah ia perlambang damai antar umat”

(adakah yang mau menerangkan puisi di atas? andaikan semua mau mengakui dan mau bersikap Toleransi)

“Kemudian, kami duduk bersama hingga lewat tengah malam. Si Tionghoa, Amerika, Jerman atau Asia, Amerika dan Eropa dalam keselarasan dan kedamaian di tanah Afrika. Membicarakan yang baik-baik, mulia, indah dan agung dan bukan masalah perbedaan agama, perbedaan kepentingan nasional atau hak mendasar kebangsaan yang berbeda. Malam itu benar-benar tidak dapat saya lupakan” (Novel Karl May : Dan Damai Di Bumi)

Bisa kiranya di simpulkan bahwa tanpa memandang dimanapun letak geografis dari tokoh-tokoh atau negara,
Baik dan buruk bisa terjadi di mana saja. Pada akhirnya terpulang kepada manusianya sendiri bukan atas nama politik ataupun agama.

Bukankah ada sumber yang mengatakan, jika terjadi Damai di  muka bumi maka akan terjadi kiamat? Adakah yang bisa
menerangkan hal itu?

Jika di lihat dari sisi dan segi yang lain mengenai segala bentuk macam peperangan yang terjadi di muka bumi ini,
banyak yang harus di ungkapkan, di telaah dan di cerna sedemikian rupa. Mengapa mereka melakukan itu semua, dari
segi keuntungan mana mereka akan memperoleh dari cara perang dan mengekspansi negara-negara lain?

“Tuhan,
Maafkan aku yang telah bersikap sombong,
Maafkan aku yang telah menganggap adalah yang paling benar,
Aku cuma manusia yang tak sempurna dan Engkaulah penentunya yang paling sempurna

Tuhan,
Maafkan aku..

**Untuk mereka: (Palestina)
Aku bersedih,
Menyaksikan dunia
Terbelah belah tak bersahaja
Meneror luka
Menyimpan  duka

Hingga tak kuasa,
Meraup luapan darah
Genangan air mata
Nanarnya jiwa

Begitukah : manusia tak berharga
Dicabik dalam nama
Yang di ciptakan di muka bumi untuk bersama
Bertujuan dan bermakna? dan hidup berdampingan

Dimanakah semua itu?

Aku cuma bisa mengeluh tetapi tidak bisa mengubah apa pun.
Aku hanya bisa berkabung tetapi tidak mampu  menghidupkan orang mati.
Aku hanya bisa mendoakan.
Mungkin Tuhan mengerti akan hal itu.

“Wahai, Yang Maha Pencipta..Berikanlah kekuatan kepada mereka untuk melalui dan
menghadapi perang yang sedang berkecamuk..lindungilah mereka,
dan tempatkan mereka dan yang syahid di sisi-MU Yang Mulia  menuju perhitungan yang terakhir”

:ina dwiana kartaatmadja

~ by nadwie on July 10, 2010.

4 Responses to “Sebuah renungan, sebuah pertanyaan ataukah sekedar curahan hati?”

  1. bagus ….usaha lagi…

  2. ass…
    ijin copast ea…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: