Tak Makan JendelA


Kawanku bercerita :
Telah banyak ia makan, terasa kenyang perut di tanah lapang
Pipi tak terasa membengkak
Dan suara-suara terdengar pekak

Ia duduk longgarkan ikat pinggang,
Menarik baju hingga terasa lebar,
Ia semakin gelisah dalam perut terasa berat,
Mencentuskan suatu dilema senandung lewat..

Ia menatap sebuah jendela,
Mulutnya padahal tak terbuka luas
namun usilnya angin menghembus dalam lewat tenggorakannya,
Tanpa basa basi  ia pun mempersilahkan teman lainnya untuk bersantap ria:
Silahkan makan…angin

Untung saja ia tak makan jendela..
: ina dwiana kartaatmadja

~ by nadwie on June 26, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: