Aku berkata tanpa lidahku


Kita saling menatap tak bertuan
Memandang langit di senja di ujung jalan,
Di saat itu engkau bertanya : “Adakah seorang petualang bercerita dengan serunya mengenai pintu di lorong itu?”
Aku berdiam dan masih memandang di antara terawang awan yang mulai memerah.

Aku menoleh ke arah dirimu tetap dengan diam,
Dan engkaupun bertanya kembali :”Adakah sesuatu di balik pintu yang berderak dan berwarna hitam di ujung sana? Aku mendengar bagaikan sayatan hati yang  telah di lukai olehmu..”

Aku tersenyum mendengarkan ucapan yang engkau keluarkan dari bibir dalam naungan bayangan pohon pir,

Hingga awan mulai berarak menyingkir,
Bayangan hitam kamipun mulai terlihat jelas di atas serakan daun yang gugur terhampar,
Wangi bunga telah tercium, angin sejuk mulai menyelimuti

Engkau bertanya kembali : “Jikalah aku pergi ke pintu itu, maukah dirimu menemani untuk menuntunku menjejaki langkah? Jikalah cerita seorang petualang yang mengatakan keseruannya mengenai pintu di ujung sana, dan berbeda dengan yang ia ucapkan, bersediakah untuk selalu berpegang padaku agar aku tiada hilang diantara cerita-cerita keseriusan entah bualan yang mereka buat? Suara tersebut sempat menyakiti bagaikan hati ini tersilet oleh kediaman tingkahmu. Tapi senyummu mampu memberikan bulir yang mengobati setiap luka oleh suara derak pintu di ujung
sana, dan tatapanmu meneduhkan panasnya cerita sang penyeru bualan'”

“Engkau terdiam dan selalu menatapku dan memberikan senyuman yang mampu menumbuhkan
tunas hijau yang tersiram oleh rintikan hujan,Lembayung engkau berikan dengan warna
terindah yang aku lihat dan aku genggam.. aku akan senantiasa menoleh ke arahmu,
memandangmu, ketika liukan pertama di padang ilalang yang berani menyentuh tarian indahmu..
Aku merasakan getaran putik yang berterbangan di senja hari, aku mencium segenap aroma segar lembabnya tanah..”

Aku tetap terdiam ketika engkau terus berbicara dengan tawa yang selepas bunga.
Dan memberikan sentuman serta tatapan yang terus berbicara mengenai cinta diantara
alam yang menghidupiku..

:ina dwiana kartaatmadja

~ by nadwie on May 18, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: