Cukupkan Kebahagiaan : Cukupkah Aku Bahagia..?


Cukupkah aku berbahagia..
Menikmati hidup apa adanya, tanpa ambisi menyerta untuk dunia?
Bukankah Tuhan tidak menyukai manusia manusia

Penuh ambisi demi dunia yang memenuhi jiwa..

Menikmati hidup dengan cinta dan ketenangan, menghadapi dengan perjuangan memenuhi hati,

kelak terus berseru mengenai-Nya..
Tidakkah hidupku penuh ranum, saat kekuatan dan kesabaran terus menyelubungi hidup yang ku jejaki..
Tidakkah kebanggaan menyambut hari dengan senyum yang selalu menghiasi muka..

Tanpa keluhan mengenai pagi, siang, sore atau malam yang diberikan oleh-Nya..
Walaupun godaan datang silih berganti wajah, baik cercaan, hinaan, fitnah serta sindiran selalu ada mengiringi..
Namun dengan kemantapan serta anggapan baik mengenai Illahi, terus melangkah meninggalkan jejak nan indah..
Bahagiakah aku,
Jika senantiasa menyempatkan di waktu siang hari singgah mengunjungi-Nya di Masjid..
Bersama kawan agar selalu mengingat dan terus berdoa,
Menghindari pembicaraan tanpa makna,
Mengurangi dosa lisan yang kerap aku jaga..
Ambisiku tak mengejar untuk kemewahan dunia..
Ambisiku untuk kehidupan kelak yang abadi,
Terus berusaha :
Untuk jalani hidup lebih baik,

Sederhana dan bermakna,
Bermanfaat untuk sesama,

Mengejar ridho Illahi..

Amin ya Robballalamin
”kebahagiaan adalah Anda merasa aman dengan diri, masa depan, keluarga
dan kehidupan Anda sendiri. Dan, semua ini terhimpun dalam keimanan, ridha Allah, ridha terhadap ketentuan-Nya dan qana’ah”
(La Tahzan)

: ina dwiana kartaatmadja

~ by nadwie on May 31, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: