Keruh >< Jernih

•February 12, 2014 • Leave a Comment

Jika engkau mengatakan bahwa engkau adalah jernih,
Tak perlu mengatakan jika diluar sana menganggapmu keruh..

Jika dirimu murni jernih tak akan menganggap hal kecil  adalah keruh,
Engkau murni jernih,
Karena aku adalah keruh..

SelaLU AdA

•October 6, 2013 • Leave a Comment

mysterious_night

Adakah aku pernah tiada datang kepadamu?
Walaupun hanya sedetik malam?
Ketika gelap semesta terlihat dalam,
Ketika Bulan dan bintang tiada mau bersatu,

Tidakkah engkau mengetahui?
Dan kenapa kita tak saling menerima?
Walau aku selama disini masih ingin bersama?

Perbedaan inilah yang membuat kita saling jatuh cinta,
Jarak yang tiada terukur, rasa yang tiada terobati,
Jangan sampai engkau terluka,
Aku akan selalu ada..

 my signature 3

Diam atau Bicara?

•June 27, 2013 • 1 Comment

images copy

“Terlontar, setelah sekian lama..
Entah aku harus berdiam atau berbicara..

Kata tidak dapat hapusan kecewa begitu saja
Kalimat tak dapat rubah perlakuan sekenanya”

Diam atau Bicara?

Siang tanpa matahari dan udara menyengat panas dirasakan dikulit ini. Sudah 9 tahun semenjak kejadian lalu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Yah, kejadian yang sangat mengecewakan dirinya.. AKu telah berbuat salah, sehingga Ia sulit memaafkan ku, mungkin hingga saat ini.

Aku tengah membaca sebuah fenomena buku bersampul coklat berlatarbelakang pena. Disebuah cafe diantara himpitan jalan raya yang sibuk dengan lalu lalang orang. Diantara gedung-gedung bertingkat di sebuah kota besar di negara jauh di barat bagaian bumi. Sebuah minuman segar dan biskuit diatas meja, didepanku duduk pasangan paruh baya yang sedang bertengkar. Disisi kananku,  sepasang muda-mudi yang asyik berpacaran.

Aku melanjutkan bacaanku.. Sekian lama terpaut karena asyik membaca, aku menyadari..Dari sudut mata, seperti bayangan terpaku disisi kiriku.  Mengenakan kemeja putih dan celana jeans biru?? Aku tak peduli!

1 jam kemudian, sosok itu menghampiri perlahan. Glek! Aku sedikit tersedak saat menikmati minuman segar ditenggorokan.

Ah, tak mau berperasaan buruk ataupun besar kepala. Aku tidak begitu memperdulikan kehadirannya yang sudah berdiri tepat disisi kiriku.
Akupun masih asyik membaca..

“Diandra..”

Ouch!! Dia memanggil namaku!! Dengan sedikit takut, malu campur aduk tak jelas. Aku mencoba menenangkan hati ini. Dag dig dug terdengar keras suara jantungku. Adduuhhh.. kenapa tiba-tiba dia ada disini?? APakah ini sebuah kebetulan atau  disengaja aku tak tahu. Padahal aku ke kota ini sengaja untuk menghindarinya dan berusaha melupakannya….

“Diandra..” Panggilnya lagi.

Alamaakkk.. Tuhan, apa yang harus ku perbuat! Aku berusaha menguatkan hati dan perasaan yang berkecamuk. Perlahan aku mendongak dan melihatnya.. Teduh! Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya tetapi aku tetap pada posisi sedari awal, tak berani beranjak.

Dia tersenyum dan berkata : “Senang melihatmu kembali Diandra.. Aku merindukanmu..”

Diam atau Bicara?
Tak berani harap hati untuk berandai
Ternyata ku tahu, dia menunggu waktu untuk menghampiriku kembali
Dia menunggu rindu yang ternyata aku berusaha untuk menguburnya.

Diam atau Bicara?
Aku masih terpaku,
Kejadian lalu masih terbayang di mataku,
Aku yang telah mengecewakan hatinya,
Berani mempermainkannya..
Namun hingga kini, dia tetap setia..

Diam atau Bicara?

my signature 3

 

PART 2 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

•April 7, 2013 • Leave a Comment

bunga-senyum copy

#”Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin Akhlak” merupakan sedekah jariyah”#

“Tahu kah engkau, Kita berbuat baik terhadap orang lain yang telah berbuat jahat kepada kita, bukan karena kita berpura-pura ingin terlihat baik dihadapannya. Jangan terpuruk dengan perkataan mereka karena kita dianggap bermuka dua. Memang sepatutnyalah kita sebagai muslim berbuat baik demikian.

“Orang lain boleh melihat kita dari luar, tapi yang lebih tahu akan isi hati kita hanya Allah SWT. Entah orang itu berpura-pura baik terhadap kita.. Yang jelas kita sudah menunjukkan sikap baik terhadapnya.”

“Kita tak perlu penghargaan atau ucapan terima kasih dari orang lain, yang diperlukan itu penghargaan dari Allah SWT. Kita berbuat baik karena Allah SWT, bukan karena kita ingin di cap baik oleh orang lain”

“Ingat lah saudariku, Ketika kita berbuat baik itu membuat kita berlapang dada. Justru disaat kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, kita akan mendapat ketentraman dan kedamaian hati.”

Aku pun mendengarnya sambil tertunduk dan merenungi smua yang telah kulakukan. Semua kata-katanya benar.. Hingga tak terasa waktu menunjukkan matahari hampir tergelincir dan angin sejuk mulai menusuk hingga kehati. Ya! kata-katanya menusuk hingga kehati. Membuktikan semua adalah benar yang kudengar.

Aku kembali malu.. Malu kepada Tuhanku.

“Hmm..”

Dia tersenyum kepadaku, manis dan tulus..Aku pun tertunduk malu sambil tersipu-sipu. Meronalah semua pipiku ini..

“Tahukah engkau?” katanya lagi.

“Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin akhlak” merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi : “..meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri” (Al-Hadist).

‘Sedangkan kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Ghaib”.

“Tak perlu merasa khawatir akan perlakuan atau balasan orang lain terhadap kita, padahal kita sudah berusaha kepadanya untuk berbuat baik. Apabila balasan yang kita terima adalah buruk, Bersabarlah dan maafkanlah.. Itu menandakan engkau lebih baik darinya di mata Tuhan bukan dimata orang lain”

Ah.. senyum itu kembali tersimpul di depanku. Baiklah, aku akan selalu mengingat kata-katamu itu dan berusaha mengamalkannya. Aku tidak akan merasa sedih lagi, karena aku masih belajar.. Belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3

Janji kepada Allah SWT

•April 6, 2013 • Leave a Comment

Ini adalah cerita yang pernah aku janjikan sebelumnya :) kisah yang aku ceritakan ini adalah salah satu usaha seorang hamba yang sedang memperbaiki hubungan dengan Tuhannya melalui ibadah sholat.

“Tiba2 teringat akan hal ini, entah apakah perlu berbagi atau tidak, smoga dapat diambil manfaatnya…

Dulu jaman sekolah pernah membuat perjanjian kepada Allah Swt. Jika lulus, aku akan rajin melakukan sholat. Entah kenapa, waktu itu sifat malasnya masih sangat berat. Sholatnya pun masih bolong-bolong. Semenjak itulah ak slalu bemimpi sholat di perkuburan dan didalam lubang kubur selama beberapa bulan. Astaghfirullah, Allah Swt memberikan peringatannya lewat mimpi. Semenjak itu aku berusaha menepati janji kepada Allah Swt sampai sekarang. Dan akupun masih membuat perjanjian, untuk menjadi insan yang baik dan menjadi lebih baik lagi.. Berusaha dan tetap berusaha menepatinya.”

my signature 3

PART 1 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

•April 6, 2013 • Leave a Comment

Hijab“Engkau tertawa hingga segala penjuru dunia mendengarnya. Padahal aku tahu, dihati yang terdalam engkau menyimpan kesedihan dan kegundahan”

“Cerita itu cukup usang didengar, pernahkah engkau melihat : mereka berlomba-lomba agar terlihat bahagia didepan orang banyak. Disisi lain, ada bagian terperih yang mereka sembunyikan. Sebenarnya tidak perlu tertawa hingga rongga mulutmu terlihat. Apalagi terdengar cukup pekak ditelinga yang lain. Cukuplah tersenyum, terangkan hati dan perasaanmu.. Rasakan alam disekelilingmu. Bersyukurlah, engkau dalam keadaan sehat dan berkecukupan tanpa kurang satu apapun.. Itulah kebahagiaan”

Itulah yang aku ingat, perkataanmu tempo hari. Aku seketika tersinggung dan marah.  “Hak apa dirimu mengatakan hal itu didepanku?!” Balasku dengan nada sedikti tinggi.

Lalu dirimu pun menjawabnya dengan ringan, “Karena aku adalah saudaramu.. Aku tak ingin saudariku berperilaku seperti itu. Engkau seorang wanita.. kelak menjadi wanita dewasa yang mengerti akan tugasnya dengan menjaga batas-batas kesopanan sebagai muslimah. Jadilah muslimah yang baik, seorang muslimah yang baik akan meninggalkan perilaku dan perkataan-perkataan tidak bermanfaat…untuk menjaga lisan dari ucapan yang tidak berguna.”

“Seorang muslimah yang baik hendaklah berkata yang diharapkan terdapat kebaikan padanya dan manfaat bagi agamanya. Apabila dia akan berbicara hendaklah dipikirkan, apakah dalam ucapan yang akan dikeluarkan terdapat manfaat dan kebaikan atau tidak? Apabila tidak bermanfaat hendaklah dia diam, dan apabila bermanfaat hendaklah dia pikirkan lagi, adakah kata-kata lain yang lebih bermanfaat atau tidak? Supaya dia tidak menyia-nyiakan waktunya dengan yang tidak bermanfaat itu”

Jleb!!!! Bagai tertusuk hati mendengar kata-katanya.

Lanjut dirimu : “Maukah engkau menjadi muslimah yang memiliki kecantikan dari dalam? Kecantikan bukan dilihat dari merahnya bibirmu karena lipstik, pipimu yang merah karena sapuan kuas. Aku tahu, Setiap wanita senantiasa mendambakan kecantikan fisik. Tetapi ingat, kecantikan dari dalam (inner beauty) adalah hal yang lebih penting daripada kecantikan fisik belaka. Karena, apa gunanya seorang muslimah cantik fisik tetapi tidak memiliki akhlak terpuji. Atau apa gunanya cantik fisik tetapi dibenci orang-orang sekitar karena tindak-tanduknya yang tidak baik. Karena itu, kecantikan dari dalam memang lebih diutamakan untuk menjaga citra diri seorang muslimah.”

Aku tak tahu harus berkata apa, apakah aku harus marah ataupun malu. Tapi pada kenyataannya aku memang malu.. Malu bukan kepada dirimu. Tapi malu kepada Tuhanku..

*Aku masih belajar.. belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3

“My Online SHop”

•April 3, 2013 • Leave a Comment

Timeline copy

Hi,  I would like to promote my online shop :

” Ameera-Style Olshop | Facebook “

If you are looking for a scarf/shawl/pashmina/inner/accessories/apparel  for you (ladies)/ your wife (gents) /sister/mom/aunty/sibling without go anywhere with reasonable price and good quality.
Here the place :)
 
The brands that we provide are Kaffah-Kurma-Femme Outfit-Avocado-Ciss Handmade-Azalea etc
..Ready stock in Singapore & Indonesia..
my signature 3
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.