..TAK SEKEDAR TEORI BERSUARA..

•June 24, 2014 • Leave a Comment

Kau tak kan pernah tahu apa yang ku mau
Karena dalam diam aku berkata
Dalam sepi aku bercerita

..Tak sekedar teori bersuara..

Tahukah engkau?

Aku bahagia saat pejamkan mata
Aku tenang dalam pelukan malam

Dan engkau tak perlu khawatir,

Aku akan berlari mengejarmu
Aku akan terbang menggapaimu
Dalam rindu yang bersemayam di jiwa
Dalam nyata yang hanya sebentar di dunia
Image

>Aku adalah Manusia Sombong<

•June 5, 2014 • Leave a Comment

Saat ini aku hanya bisa diam dan mencoba ber-muhasabah, karena aku masih tak layak dikatakan baik. Aku tak berani lagi menilai orang lain secara terang, dan menggiring banyak opini untuk berpihak di sisiku. Padahal belum tentu aku berada di posisi yang benar dan paling baik diantara mereka.

Aku  masih mempunyai sifat sombong, karena sudah meremehkan, membisikan suatu opini  & sudah menilai bahwa yang dilakukan orang itu adalah salah.

Aku masih sombong  :(

..Aku ingin diam, dan aku ingin meminta ampun kepada Allah hanya dalam keadaan diam..

Karena ini antara aku dan Tuhanku

tawadhumy signature 3

Keruh >< Jernih

•February 12, 2014 • Leave a Comment

Jika engkau mengatakan bahwa engkau adalah jernih,
Tak perlu mengatakan jika diluar sana menganggapmu keruh..

Jika dirimu murni jernih tak akan menganggap hal kecil  adalah keruh,
Engkau murni jernih,
Karena aku adalah keruh..

SelaLU AdA

•October 6, 2013 • Leave a Comment

mysterious_night

Adakah aku pernah tiada datang kepadamu?
Walaupun hanya sedetik malam?
Ketika gelap semesta terlihat dalam,
Ketika Bulan dan bintang tiada mau bersatu,

Tidakkah engkau mengetahui?
Dan kenapa kita tak saling menerima?
Walau aku selama disini masih ingin bersama?

Perbedaan inilah yang membuat kita saling jatuh cinta,
Jarak yang tiada terukur, rasa yang tiada terobati,
Jangan sampai engkau terluka,
Aku akan selalu ada..

 my signature 3

Diam atau Bicara?

•June 27, 2013 • 1 Comment

images copy

“Terlontar, setelah sekian lama..
Entah aku harus berdiam atau berbicara..

Kata tidak dapat hapusan kecewa begitu saja
Kalimat tak dapat rubah perlakuan sekenanya”

Diam atau Bicara?

Siang tanpa matahari dan udara menyengat panas dirasakan dikulit ini. Sudah 9 tahun semenjak kejadian lalu, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. Yah, kejadian yang sangat mengecewakan dirinya.. AKu telah berbuat salah, sehingga Ia sulit memaafkan ku, mungkin hingga saat ini.

Aku tengah membaca sebuah fenomena buku bersampul coklat berlatarbelakang pena. Disebuah cafe diantara himpitan jalan raya yang sibuk dengan lalu lalang orang. Diantara gedung-gedung bertingkat di sebuah kota besar di negara jauh di barat bagaian bumi. Sebuah minuman segar dan biskuit diatas meja, didepanku duduk pasangan paruh baya yang sedang bertengkar. Disisi kananku,  sepasang muda-mudi yang asyik berpacaran.

Aku melanjutkan bacaanku.. Sekian lama terpaut karena asyik membaca, aku menyadari..Dari sudut mata, seperti bayangan terpaku disisi kiriku.  Mengenakan kemeja putih dan celana jeans biru?? Aku tak peduli!

1 jam kemudian, sosok itu menghampiri perlahan. Glek! Aku sedikit tersedak saat menikmati minuman segar ditenggorokan.

Ah, tak mau berperasaan buruk ataupun besar kepala. Aku tidak begitu memperdulikan kehadirannya yang sudah berdiri tepat disisi kiriku.
Akupun masih asyik membaca..

“Diandra..”

Ouch!! Dia memanggil namaku!! Dengan sedikit takut, malu campur aduk tak jelas. Aku mencoba menenangkan hati ini. Dag dig dug terdengar keras suara jantungku. Adduuhhh.. kenapa tiba-tiba dia ada disini?? APakah ini sebuah kebetulan atau  disengaja aku tak tahu. Padahal aku ke kota ini sengaja untuk menghindarinya dan berusaha melupakannya….

“Diandra..” Panggilnya lagi.

Alamaakkk.. Tuhan, apa yang harus ku perbuat! Aku berusaha menguatkan hati dan perasaan yang berkecamuk. Perlahan aku mendongak dan melihatnya.. Teduh! Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya tetapi aku tetap pada posisi sedari awal, tak berani beranjak.

Dia tersenyum dan berkata : “Senang melihatmu kembali Diandra.. Aku merindukanmu..”

Diam atau Bicara?
Tak berani harap hati untuk berandai
Ternyata ku tahu, dia menunggu waktu untuk menghampiriku kembali
Dia menunggu rindu yang ternyata aku berusaha untuk menguburnya.

Diam atau Bicara?
Aku masih terpaku,
Kejadian lalu masih terbayang di mataku,
Aku yang telah mengecewakan hatinya,
Berani mempermainkannya..
Namun hingga kini, dia tetap setia..

Diam atau Bicara?

my signature 3

 

PART 2 : Ketika kita diingatkan tentang kebaikan, haruskah kita marah?

•April 7, 2013 • Leave a Comment

bunga-senyum copy

#”Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin Akhlak” merupakan sedekah jariyah”#

“Tahu kah engkau, Kita berbuat baik terhadap orang lain yang telah berbuat jahat kepada kita, bukan karena kita berpura-pura ingin terlihat baik dihadapannya. Jangan terpuruk dengan perkataan mereka karena kita dianggap bermuka dua. Memang sepatutnyalah kita sebagai muslim berbuat baik demikian.

“Orang lain boleh melihat kita dari luar, tapi yang lebih tahu akan isi hati kita hanya Allah SWT. Entah orang itu berpura-pura baik terhadap kita.. Yang jelas kita sudah menunjukkan sikap baik terhadapnya.”

“Kita tak perlu penghargaan atau ucapan terima kasih dari orang lain, yang diperlukan itu penghargaan dari Allah SWT. Kita berbuat baik karena Allah SWT, bukan karena kita ingin di cap baik oleh orang lain”

“Ingat lah saudariku, Ketika kita berbuat baik itu membuat kita berlapang dada. Justru disaat kita diliputi kesedihan dan kegundahan, berbuat baiklah terhadap sesama manusia, kita akan mendapat ketentraman dan kedamaian hati.”

Aku pun mendengarnya sambil tertunduk dan merenungi smua yang telah kulakukan. Semua kata-katanya benar.. Hingga tak terasa waktu menunjukkan matahari hampir tergelincir dan angin sejuk mulai menusuk hingga kehati. Ya! kata-katanya menusuk hingga kehati. Membuktikan semua adalah benar yang kudengar.

Aku kembali malu.. Malu kepada Tuhanku.

“Hmm..”

Dia tersenyum kepadaku, manis dan tulus..Aku pun tertunduk malu sambil tersipu-sipu. Meronalah semua pipiku ini..

“Tahukah engkau?” katanya lagi.

“Menebar senyum manis kepada orang-orang yang “Miskin akhlak” merupakan sedekah jariyah. Ini, tersirat dalam tuntunan akhlak yang berbunyi : “..meski engkau hanya menemui saudaramu dengan wajah berseri” (Al-Hadist).

‘Sedangkan kemuraman wajah merupakan tanda permusuhan sengit terhadap orang lain yang hanya diketahui terjadinya oleh Sang Maha Ghaib”.

“Tak perlu merasa khawatir akan perlakuan atau balasan orang lain terhadap kita, padahal kita sudah berusaha kepadanya untuk berbuat baik. Apabila balasan yang kita terima adalah buruk, Bersabarlah dan maafkanlah.. Itu menandakan engkau lebih baik darinya di mata Tuhan bukan dimata orang lain”

Ah.. senyum itu kembali tersimpul di depanku. Baiklah, aku akan selalu mengingat kata-katamu itu dan berusaha mengamalkannya. Aku tidak akan merasa sedih lagi, karena aku masih belajar.. Belajar menjadi seorang muslimah yang baik.

my signature 3

Janji kepada Allah SWT

•April 6, 2013 • Leave a Comment

Ini adalah cerita yang pernah aku janjikan sebelumnya :) kisah yang aku ceritakan ini adalah salah satu usaha seorang hamba yang sedang memperbaiki hubungan dengan Tuhannya melalui ibadah sholat.

“Tiba2 teringat akan hal ini, entah apakah perlu berbagi atau tidak, smoga dapat diambil manfaatnya…

Dulu jaman sekolah pernah membuat perjanjian kepada Allah Swt. Jika lulus, aku akan rajin melakukan sholat. Entah kenapa, waktu itu sifat malasnya masih sangat berat. Sholatnya pun masih bolong-bolong. Semenjak itulah ak slalu bemimpi sholat di perkuburan dan didalam lubang kubur selama beberapa bulan. Astaghfirullah, Allah Swt memberikan peringatannya lewat mimpi. Semenjak itu aku berusaha menepati janji kepada Allah Swt sampai sekarang. Dan akupun masih membuat perjanjian, untuk menjadi insan yang baik dan menjadi lebih baik lagi.. Berusaha dan tetap berusaha menepatinya.”

my signature 3

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.